MARKET DATA

Ada Transaksi Nego Rp 6,92 Triliun, Saham BUMI Lompat

Redaksi,  CNBC Indonesia
19 January 2026 16:18
Industri pertambangan merupakan dunia kerja yang identik dengan karakter maskulin dan secara alamiah pekerjanya lebih cocok untuk kaum laki-laki. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Foto: Industri pertambangan merupakan dunia kerja yang identik dengan karakter maskulin dan secara alamiah pekerjanya lebih cocok untuk kaum laki-laki. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Saham emiten pertambangan batu bara milik konsorsium Grup Bakrie & Grup Salim, Bumi Resources (BUMI), lompat ke zona hijau pada akhir perdagangan hari ini, Senin (19/1/2025).

Saham BUMI tercatat menguat 0,49% ke Rp 412 per saham, setelah nyaris secara eksklusif bergerak di zona merah. Bahkan pada titik terendah, saham BUMI hari ini sempat turun nyaris 5% ke Rp 390 per saham.

Diketahui ada transaksi saham BUMI di pasar negosiasi sebanyak 182,1 juta saham atau setara Rp 6,92 triliun. Transaksi tersebut dilakukan pada harga Rp 380 per saham dan ditransaksikan sebanyak 14 kali.

Sebelumnya, saham BUMI telah masuk tren penurunan sejak seminggu terakhir. Dalam sepekan saham BUMI telah turun 5,5%, namun dari titik penutupan tertinggi ke harga intraday terendah dalam sepekan, saham BUMI telah terkoreksi hingga 16%.

Koreksi dalam harga BUMI, terjadi seiring semakin gencarnya penjualan saham oleh perusahaan asal China, Chengdong Corporation. Chengdong baru-baru ini telah mengurangi kepemilikan sahamnya di PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dalam jumlah yang signifikan dengan total 3,71 miliar lembar saham. Transaksi penjualan tersebut dilakukan secara bertahap sejak 23 Desember 2025 hingga 8 Januari 2026 dengan tujuan divestasi.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Chengdong Investment Corporation sebagai investor tidak langsung atas nama China Investment Corporation telah melakukan penjualan saham BUMI sebanyak 17 kali.

Disebutkan bahwa, aksi penjualan dimulai pada 23 Desember 2025 dengan pelepasan 224 juta saham di harga Rp383 per saham dan dilanjutkan di hari yang sama dengan penjualan 300 juta saham di harga Rp386 per saham.

Dilanjutkan keesokan harinya, 24 Desember 2025, Chengdong kembali menjual 300 juta saham di harga Rp374 serta tambahan 57,41 juta saham di harga Rp366 per saham.

Selanjutnya, pada 29 Desember 2025, Chengdong melepas 255 juta saham pada harga Rp367 dan kembali menjual 300 juta saham di harga Rp363 per saham. Sehari setelahnya, 30 Desember 2025, sebanyak 254,99 juta saham kembali dilepas pada harga Rp365 per saham.

Memasuki awal tahun 2026, pada 2 Januari 2026, Chengdong menjual kembali saham BUMI sebanyak 291,41 juta saham pada harga Rp409, disusul lagi dengan 300 juta saham di harga Rp393 serta tambahan 8,59 juta saham di harga Rp409 per saham.

Pada 5 Januari 2026, Chengdong kembali melakukan divestasi dengan menjual 300 juta saham dan 200 juta saham di harga yang sama, yaitu Rp461 per saham.

Gelombang penjualan berlanjut pada 6 Januari 2026 dengan pelepasan 209,76 juta saham dan tambahan 300 juta saham, keduanya pada harga Rp461 per saham. Kemudian pada 7 Januari 2026, Chengdong menjual 161,34 juta saham di harga Rp460 dan kembali melepas 200 juta saham di harga Rp461. Rangkaian divestasi ditutup pada 8 Januari 2026 dengan penjualan 50,85 juta saham di harga Rp453 per saham.

Penjualan saham tersebut membuat porsi kepemilikan Chengdong di BUMI turun dari 22,27 miliar saham atau 5,99% menjadi 18,56 miliar saham atau 4,99%, sehingga Chengdong resmi tidak lagi tercatat sebagai pemegang saham dengan kepemilikan di atas 5%.

(fsd/fsd)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Pengendali WIRG jual 437 Juta Saham, Kantongi Rp 87,52 Miliar


Most Popular
Features