MARKET DATA

Emiten Grup Astra Ini Dirumorkan Mau Dicaplok China dan Masuk Nikel

ayh,  CNBC Indonesia
19 January 2026 10:00
pembukaan bursa saham
Foto: ist

Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten Grup Astra, yang bergerak di bidang manufaktur PT Isra Presisi Indonesia Tbk (ISAP) dirumorkan akan melakukan perubahan haluan bisnis ke sektor nikel, dan disebut-sebut menjadi target akuisisi perusahaan nikel asal China.

Isu tersebut berkembang pesat di kalangan pelaku pasar, seiring menguatnya sentimen nikel nasional dan global, serta tren masuknya investor China ke ekosistem nikel Indonesia melalui akuisisi, joint venture, dan penyertaan modal strategis. Pasar pun sepertinya sudah mengetahui rencana aksi korporasi Emiten, dalam dua hari perdagangan bursa terakhir di minggu lalu, saham ISAP mengalami Auto Reject Atas (ARA).

"Sebagai produsen nikel terbesar dunia, Indonesia telah menjadikan komoditas ini sebagai agenda strategis nasional. Efeknya terasa langsung di pasar modal: setiap emiten yang tersentuh narasi nikel hampir selalu mendapatkan atensi, likuiditas, dan revaluasi, " ujar Purwito Sudjatmiko, seperti dikutip dalam risetnya, Senin (19/1/2026).

Dalam konteks inilah, ISAP mulai masuk radar investor. Dengan valuasi pasar yang masih relatif kecil, saham ini dinilai memiliki ruang cerita (story value) yang besar jika benar-benar masuk ke ekosistem nikel, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Bukan rahasia lagi, perusahaan-perusahaan nikel asal China sangat agresif memperluas jejaknya di Indonesia, terutama untuk mengamankan pasokan bahan baku baterai kendaraan listrik (EV). Dalam banyak kasus, akuisisi emiten lokal menjadi jalur tercepat untuk masuk ke proyek hilirisasi".

Dalam konteks ini, ISAP dinilai memiliki profil yang menarik. Perusahaan memiliki valuasi yang relatif masih kecil. Di sisi lain, ISAP memiliki basis manufaktur logam dan engineering yang relevan serta fleksibilitas untuk dijadikan kendaraan ekspansi bisnis nikel.

Pelaku pasar menilai, mengakuisisi ISAP akan jauh lebih efisien dibanding membangun entitas baru dari nol, terutama bagi investor asing yang ingin segera masuk ke pasar modal Indonesia. Masuknya investor strategis asal China diyakini akan mempercepat perubahan model bisnis ISAP, sekaligus memberikan dukungan modal, teknologi, dan akses pasar global.

(ayh/ayh)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Diakuisisi Astra, Pengurus MMLP Termasuk Anak The Ning King Resign


Most Popular
Features