MARKET DATA

IHSG Ditutup Naik 0,13%, Saham Ini Jadi Penggerak Utama

mkh,  CNBC Indonesia
09 January 2026 17:06
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)
Foto: Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan hari ini, Jumat (9/1/2026) nyaris di zona merah. 

Setelah sempat naik 0,62%, IHSG sempat terperosok ke 8.908,17 atau turun 0,19%. 

Pada akhir pekan ini, IHSG naik 0,13% ke level 8.936,75. Dengan demikian pada pekan pertama tahun ini, IHSG tercatat naik 1,8%.

Sebanyak 381 saham naik, 331 turun, dan 246 tidak bergerak. Nilai transaksi mencapai Rp 27,32 triliun, melibatkan 54,36 miliar saham dalam 3,4 juta kali transaksi.

Mengutip Refinitiv, sektor konsumer non-primer naik paling kencang, yakni 2,1%. Lalu diikuti oleh industri 1,78% dan kesehatan 1,34%. 

Adapun saham-saham yang menjadi penggerak utama adalah Amman Mineral (AMMN) 8,06 indeks poin. Bank Central Asia (BBCA) menyumbang 7,13 indeks poin dan Merdeka Copper Gold (MDKA) 3,85 indeks poin. 

Sementara itu dalam konferensi pers Rapat Dewan Komisioner Bulanan Desember 2025, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK Inarno Djajadi mendukung optimistis Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bahwa IHSG akan tembus 10.000 tahun ini.

Dia mengatakan, rasa optimisme tersebut perlu didukung dengan aspek fundamental ekonomi Indonesia yang solid dan peran investor domestik.

"Bilamana fundamental ekonomi Indonesia solid dan peran investor domestik itu meningkat rasanya level tersebut bukan tidak mungkin tercapai," ujarnya, (9/1/2026).

Selain itu, diperlukan juga aspek kebijakan lain seperti peningkatan kualitas emiten, peningkatan free float, serta peran investor institusi di global dan domestik.

Inarno melanjutkan, aspek yang tak kalah penting untuk dicermati, yaitu berbagai faktor domestik maupun global yang turut mempengaruhi pergerakan investasi di pasar modal. Investor diminta tetap memantau perkembangan terkini dan selalu waspada terhadap pengelolaan risiko investasi

"Tentu kami tidak pernah jemu untuk mengingatkan keputusan berinvestasi tetap diiringi kewaspadaan dan pengelolaan risiko yang baik," ungkapnya.

Inarno menambahkan, dari sisi regulator, OJK terus memastikan industri pasar modal dapat berjalan secara teratur, wajar dan efisien.

"Kami juga dorong terciptanya ekosistem pasar modal yang sehat agar indeks dan instrumen lain berkelanjutan bukan hanya karena momentum jangka pendek," imbuhnya.

(mkh/mkh)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article IHSG Dibuka Naik 0,37%, Masih Uji Kuat di Level 8.000an


Most Popular
Features