MARKET DATA

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Naik 0,02% ke Level 8.946

Redaksi,  CNBC Indonesia
08 January 2026 09:05
Layar menampilkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) saat Penutupan Perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) Tahun 2025 di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (30/12/2025). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Foto: Layar menampilkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) saat Penutupan Perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) Tahun 2025 di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (30/12/2025). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan hari ini, Kamis (8/1/2026) di zona hijau. Indeks naik tipis 1,88 poin atau menguat 0,02% ke level 8.946,70.

Sebanyak 279 saham naik, 82 turun, dan 289 tidak bergerak. Nilai transaksi pagi ini mencapai Rp 466,66 miliar, melibatkan 679,67 juta saham dalam 90.333 kali transaksi. Kapitalisasi pasar mencapai Rp 16.355 triliun atau nyaris mencapai US$ 1 triliun.

Pelaku pasar perlu mencermati sejumlah sentimen hari ini, baik dari dalam dan luar negeri. Sentimen dalam negeri akan datang dari realisasi APBN 2025.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akan menggelar konferensi pers APBN KiTa Edisi Januari 2026 pada Kamis, 8 Januari 2026 pukul 13.30 WIB. Konferensi pers ini akan memaparkan realisasi APBN penuh untuk tahun anggaran 2025.

Menarik dilihat seperti apa kinerja APBN secara keseluruhan dari sisi belanja, pendapatan hingga defisit. Pertanyaan terbesar adalah terkait defisit APBN karena ada kekhawatiran akan membengkak dari target.

Realisasi pendapatan juga akan menjadi sorotan karena mencerminkan kemampuan negara dalam mengumpulkan penerimaan di tengah perlambatan ekonomi nasional dan global. Menarik dilihat seberapa besar shortfall pada pajak di 2025.

Realisasi belanja juga ditunggu terutama terkait program prioritas seperti Makanan Bergizi Gratis (MBG) hingga belanja subsidi dan bansos.

Publik dan investor juga menunggu seperti apa realisasi pembiayaan utang selama 2025 dan seberapa besar mempengaruhi defisit. Sebagai catatan, defisit APBN per November 2025 tercatat Rp 560,3 triliun atau 2,% terhadap produk domestik bruto (PDB) atau mendekati target 2,48% dari PDB.

Sementara itu, pasar Asia-Pasifik dibuka bervariasi pada hari Kamis setelah Wall Street ditutup merah akibat meningkatnya ketegangan geopolitik dan komentar dari Presiden AS Donald Trump.

Saham-saham sektor pertahanan AS jatuh setelah presiden mengatakan dia "tidak akan mengizinkan" perusahaan-perusahaan pertahanan untuk menerbitkan dividen atau pembelian kembali saham sampai mereka mengatasi permasalahan tentang industri tersebut, termasuk paket gaji eksekutif dan masalah produksi.

Harga minyak juga turun semalam setelah Trump mengatakan bahwa otoritas sementara Venezuela akan menyerahkan sebanyak 50 juta barel minyak mentah ke AS, menimbulkan kekhawatiran tentang peningkatan pasokan global.

Kontrak minyak mentah Brent turun 0,51% menjadi $60,39 per barel, sementara minyak mentah West Texas Intermediate AS naik 0,61% menjadi $56,33 per barel pagi ini.

Indeks acuan Nikkei 225 Jepang dibuka 0,46% lebih rendah, sementara indeks Topix turun 0,27%. Indeks Kospi Korea Selatan naik 0,12%, sementara indeks Kosdaq untuk perusahaan berkapitalisasi kecil naik 0,1%.

Indeks ASX/S&P 200 Australia naik 0,21%. Saham BlueScope Steel turun 2,54% pada Kamis pagi, setelah perusahaan menolak tawaran pengambilalihan senilai US$9 miliar dari konglomerat Australia SGH dan Steel Dynamics yang berbasis di AS.

Indeks Hang Seng Hong Kong diperkirakan akan dibuka lebih rendah, dengan kontrak berjangka diperdagangkan pada 26.348, dibandingkan penutupan sebelumnya di 26.458,95.

Semalam, indeks S&P 500 turun sekitar 0,3% sementara Dow turun 466 poin, atau sekitar 0,9%.

Indeks Nasdaq Composite yang didominasi saham teknologi naik hampir 0,2%, dibantu oleh lonjakan 2,4% pada saham Alphabet, perusahaan induk Google, yang menyebabkan kapitalisasi pasar perusahaan tersebut melampaui Apple untuk pertama kalinya sejak 2019.

(fsd/fsd)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article IHSG Anjlok 2%, Bos Bursa: Fundamental Bagus


Most Popular
Features