Bursa Asia Dibuka Beragam, Investor Pantau Ketat Kondisi Geopolitik
Jakarta, CNBC Indonesia - Pasar Asia-Pasifik dibuka beragam pada hari Selasa, melanjutkan reli di pasar saham global karena investor terus menilai ketegangan geopolitik yang sedang berlangsung setelah serangan AS terhadap Venezuela dan penangkapan Nicolas Maduro.
Indeks acuan Nikkei 225 Jepang naik 1,12%, sementara Topix melonjak 1,48% ke rekor tertinggi. Kospi Korea Selatan turun 0,85%, sementara Kosdaq untuk saham berkapitalisasi kecil naik tipis 0,09%. ASX/S&P 200 Australia turun 0,42%.
Indeks Hang Seng Hong Kong diperkirakan akan dibuka lebih tinggi, dengan kontrak berjangka diperdagangkan pada 26.562, dibandingkan penutupan sebelumnya di 26.347,24.
Sementara itu, kontrak berjangka ekuitas AS datar pada awal jam perdagangan Asia.
Semalam di AS, saham-saham naik bahkan setelah serangan AS terhadap Venezuela, karena harga minyak mentah meningkat dan investor bertaruh bahwa tindakan tersebut tidak akan menyebabkan konflik geopolitik yang lebih luas.
Indeks Dow Jones Industrial Average naik 594,79 poin, atau 1,23%, dan ditutup pada 48.977,18. Indeks 30 saham tersebut juga mencapai rekor tertinggi baru sepanjang masa dalam sesi tersebut. S&P 500 naik 0,64% dan berakhir pada 6.902,05. Nasdaq Composite bertambah 0,69%, dan ditutup pada 23.395,82.
(fsd/fsd)[Gambas:Video CNBC]