Eks Bos Asuransi RI Jadi Buronan, Tinggal di Perumahan Artis Hollywood
Jakarta, CNBC Indonesia - Upaya penegakan hukum terhadap tersangka kasus asuransi Wanaartha Life masih menemui jalan terjal. Hingga kini, Evelina Pietruschka beserta keluarganya yang masuk dalam daftar buronan Indonesia masih belum berhasil dipulangkan, meski telah diburu bersama Interpol.
Sekretaris NCB Interpol Indonesia Untung Widyatmoko mengungkapkan bahwa proses pengejaran buronan kasus kejahatan ekonomi lintas negara memang tidak mudah. Salah satu anak Evelina, Rezanantha Pietruschka, sempat diamankan aparat di California, Amerika Serikat. Namun, yang bersangkutan kembali menghirup udara bebas setelah membayar jaminan.
"Tapi, karena dia ada bail, namanya pelaku-pelaku tindak pidana ekonomi tidak ada yang kismin, nggak ada yang miskin semua kaya, semua bisa menyewa lawyer. Dan di situlah mereka selalu bail, selalu challenge ke kita, supaya interpol red noticenya gugur cabut dengan alasan ini perdata bukan pidana, dan lain sebagainya," ujar Untung usai konferensi pers di Tangerang, Banten.
Menghadapi situasi tersebut, Interpol Indonesia tidak tinggal diam. Koordinasi intensif terus dilakukan dengan sejumlah lembaga penegak hukum Amerika Serikat, mulai dari U.S. Department of Homeland Security, Immigration and Customs Enforcement, hingga Federal Bureau of Investigation.
"Jangan kira kami hanya diam saja, tidak. Kami terus bekerja," tegas Untung.
Evelina F. Pietruschka sendiri merupakan figur lama di industri asuransi nasional. Ia menjabat sebagai Presiden Direktur WanaArtha Life sejak 1999, sebelum beralih posisi menjadi Presiden Komisaris pada 2011. Namanya juga tercatat pernah menduduki berbagai jabatan strategis di asosiasi industri asuransi.
Berdasarkan catatan resmi perusahaan, Evelina pernah menjabat sebagai Vice Chairman Dewan Asuransi Indonesia pada 2001-2002, lalu naik menjadi Chairman hingga 2005. Ia kemudian memimpin Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia sebagai Ketua Umum selama periode 2005-2011, sembari merangkap sebagai Chairman Federasi Asosiasi Perasuransian Indonesia pada 2007-2008.
Kariernya bahkan meluas hingga tingkat regional Asia Tenggara, dengan posisi Sekretaris Jenderal ASEAN Insurance Council. Evelina juga diketahui meraih gelar master dari Pepperdine University, California.
Di tengah proses hukum yang berjalan, kabar mengenai kehidupan mewah keluarga Pietruschka di Amerika Serikat terus mencuat. Sejumlah nasabah Wanaartha yang merasa dirugikan bahkan melakukan penelusuran secara mandiri untuk mencari keberadaan sang mantan petinggi asuransi tersebut.
Pada Oktober 2023, salah satu nasabah mengaku mendatangi langsung kawasan perumahan elite di Beverly Hills, California. Dalam rekaman video yang diterima CNBC Indonesia, terlihat upaya nasabah tersebut mendekati kompleks hunian mewah yang dijaga ketat oleh petugas keamanan.
Belum sempat memasuki area perumahan, mereka dihentikan oleh satpam dan dimintai keterangan mengenai tujuan kedatangan. Petugas keamanan kemudian menghubungi penghuni rumah yang dituju, yang disebut-sebut diangkat langsung oleh Evelina.
"Ternyata Evelyn yang bicara, dia menolak saya untuk masuk dan tidak mengizinkan saya untuk masuk," ungkap nasabah tersebut dalam video.
Data dari situs Clustrmaps, yang mengklaim menyajikan informasi publik, menunjukkan bahwa keluarga Pietruschka diduga memiliki aset properti di kawasan Beverly Hills. Berdasarkan estimasi dari marketplace properti Zillow, nilai rumah di kawasan tersebut bisa mencapai jutaan dolar AS atau setara puluhan hingga ratusan miliar rupiah. Namun demikian, informasi tersebut belum dapat diverifikasi secara independen oleh CNBC Indonesia.
(npb/wur)[Gambas:Video CNBC]