IHSG Merosot 2% Gara-Gara Demo Memanas, Ini Kata OJK

Romys Binekasri, CNBC Indonesia
29 August 2025 12:35
Ilutrasi Bursa. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Foto: Ilutrasi Bursa. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok di tengah ancaman aksi demo besar-besaran. Pada pukul 10:10 WIB, tercatat IHSG sempat melemah 2,04% ke level 7.790.

Berdasarkan pantauan, massa ojek online (ojol) dalam jumlah besar bergerak ke pemakaman Affan Kurniawan, korban tabrak lari kendaraan taktis polisi. Kabarnya massa akan melanjutkan aksi demo ke Mako Brimob Kwitang dan Polda Metro Jaya.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Inarno Djajadi mengatakan aksi demonstrasi kini menjadi sorotan para investor pasar modal yang berpengaruh pada pergerakan IHSG.

"(Aksi demo) Ya pasti lah berpengaruh (ke IHSG)," ujarnya kepada CNBC Indonesia, Jumat (29/8/2025).

Demonstrasi diperkirakan akan berlanjut pada hari ini, dan kemungkinan masih akan terus menekan pergerakan IHSG sepanjang hari.

Para analis menyebut IHSG anjlok hingga 2% pada perdagangan hari ini diakibatkan oleh demonstrasi.

Research Analyst Infovesta Kapital Advisori Arjun Ajwani bahwa demo bisa mengubah mood investor sehingga aliran modal tidak masuk ke pasar saham.

"Ada juga dampak negatif dari demo yang berpotensi mengubah psikologis investor dan potensi tertahannya arus asing karena ketidakstabilan politik," ucapnya kepada CNBC Indonesia pada Jumat (29/8/2025).

Selain itu, ia menilai bahwa momentum bullish IHSG juga sudah melemah terindikasi dari gagal bertahan di level psikologis 8.000.

"IHSG gagal 2 kali bertahan di atas level resistance 8.000, memberikan signal teknikal bahwa momentum bullish mulai melemah dan ada potensi koreksi," ujarnya.

Ia mengatakan ada potensi IHSG mampu berbalik arah andai IHSG gagal bertahan di level 7.900. Andai demikian, Arjun melihat IHSG berpeluang ke posisi 7.800.

"Jika hari ini IHSG gagal bertahan diatas 7.900 dan melanjutkan penurunan di bawah 7.800, maka bisa dibilang market berbalik arah tren menjadi bearish," ucapnya.

Ia juga melihat potensi koreksi IHSG didukung oleh, "Pelemahan rupiah dan dana asing yang keluar 2 hari ke belakang meskipun tipis, ditambah secara seasonality bulan September market 80% koreksi," jelasnya.

Sementara Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta mengungkapkan bahwa koreksi IHSG ada kaitan erat dengan demo hari ini.

"Adapun IHSG pada hari ini dibuka melemah karena berkaitan erat dengan adanya aksi demonstrasi belakangan ini terutama pada hari ini!" ujar Nafan kepada CNBC Indonesia.

"Bahkan kondisi politik dan keamanan domestik berpengaruh besar terhadap pelemahan IHSG pagi ini," sambungnya.

Selain itu, iya juga melihat faktor historis, di mana IHSG biasanya melemah pada September.

"Kinerja IHSG pada September selama 5 tahun terakhir rata-rata tergolong bearish. Namun Oktober hingga Desember bisa tergolong bullish," tuturnya.

Ia pun menganalisis gerak IHSG berpotensi berbalik trend menjadi bearish dari bullish. "Bila IHSG konsisten diperdagangan di bawah 7750, maka potensi bearish consolidation phase terbuka lebar," pungkasnya.


(mkh/mkh)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article IHSG Merah! Pasar Cemas Deflasi dan Data Ekonomi

Tags

Related Articles
Recommendation
Most Popular