Abaikan China-AS yang Memanas, Pekan Ini Wall Street Hijau

Market - Redaksi, CNBC Indonesia
23 May 2020 06:55
Trader Gregory Rowe, right, works on the floor of the New York Stock Exchange, Wednesday, Dec. 11, 2019. Stocks are opening mixed on Wall Street following news reports that US President Donald Trump might delay a tariff hike on Chinese goods set to go into effect this weekend. (AP Photo/Richard Drew) Foto: Pasar Finansial Wall Street (AP Photo/Richard Drew)
Jakarta, CNBC Indonesia - Saham saham Amerika Serikat (AS), Wall Street, menutup perdagangan pekan ini di zona hijau. Secara keseluruhan, pekan ini kirnerja Wall Street cukup positif di tengah optimisme tentang pembukaan kembali ekonomi AS dan kemajuan pada vaksin coronavirus.

Indeks Komposit Nasdaq ditutup menguat 0,4% ke level 9.332,59, meningkat lebih dari 3,4% untuk minggu ini. Dow Jones Industrial Average merosot kurang dari 0,1% menjadi 24.465,16, sementara indeks S&P 500 menguat 0,2% ke level 2.955,45.

Para analis menilai pengumuman besar tentang investasi dan penelitian awal yang telah membangun kepercayaan bahwa virus corona (covid-19) dapat dilawan dengan vaksin, meskipun jangka waktu untuk mendapatkannya tidak jelas.

Investor juga menyambut langkah bertahap yang dilakukan pemerintah AS untuk membuka kembali ekonomi mereka. Pada hari Jumat, Texas memperluas kapasitas di restoran menjadi 50% dari 25% dan membuka arena bowling, ruang bingo, dan tempat-tempat lainnya.


Investor sebagian besar mengabaikan retorika terkait peningkatan ketegangan hubungan Beijing dan Washington.

AS mengumumkan sanksi terhadap lembaga pemerintah China dan delapan perusahaan atas pelanggaran hak asasi manusia, menyusul langkah China untuk memberlakukan undang-undang keamanan nasional untuk membatalkan gerakan pro-demokrasi di Hong Kong.

Pengamat pasar menilai Presiden AS Donald Trump akan terus menyerang China saat kampanye pemilihan umum kembali memanas. Investor tak terlalu yakin, Trump mengambil tindakan yang mengancam perdagangan dengan Beijing.

Menambahkan tarif pada barang-barang Cina akan memukul konsumen AS dan "pasar skeptis Trump akan mengambil risiko itu sebelum November," kata Gregori Volokhine dari Meeschaert Financial Services.
(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading