Defisit Transaksi Berjalan Q3 Bisa Tembus 3,4% dari PDB

Market - Arys Aditya, CNBC Indonesia
02 November 2018 16:06
Pekan depan, Bank Indonesia (BI) akan melansir data transaksi berjalan alias current account Juli-September tahun ini.
Badung, CNBC Indonesia - Pekan depan, Bank Indonesia (BI) akan melansir data transaksi berjalan alias current account Juli-September tahun ini. Data ini ditunggu oleh pelaku pasar karena bakal menjadi indikasi pergerakan nilai tukar rupiah untuk beberapa waktu ke depan.

Mandiri Sekuritas memperkirakan defisit transaksi berjalan (CAD) pada kuartal III-2018 akan memburuk di level 3,2%-3,4% dari PDB.

Adapun, BI melaporkan defisit sepanjang kuartal II-2018 mencapai 3% dari PDB, senilai US$ 8 miliar atau jauh lebih tinggi dari triwulan sebelumnya yang hanya US$ 5,7 miliar. Angka tersebut juga lebih besar dibandingkan kuartal II-2017 yang hanya US$ 5 miliar.







Kepala Ekonom Mandiri Sekuritas Leo Putra Rinaldy mengungkapkan pelebaran defisit transaksi berjalan sangat mungkin terjadi karena masih kuatnya tekanan defisit dari sektor migas dan impor bahan baku karena permintaan domestik.

"Pelebaran defisit transaksi berjalan tersebut akan memberi tekanan untuk nilai tukar rupiah," kata Leo di Badung, Bali, Jumat (2/11/2018).

Namun demikian, ia mengatakan defisit transaksi berjalan berpeluang kembali menyempit pada kuartal terakhir, yang ditopang oleh implementasi berbagai kebijakan Pemerintah, seperti pengendalian impor terhadap 1.147 barang dan penerapan B20.

"Estimasinya, kalau B20 fully implemented, CAD bisa berkurang 0,2%-0,3%. Jadi kami melihat secara total, pada tahun ini CAD akan berada di level 2,9%."






(dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading