Daftar Profesi Paling Tidak Dipercaya Masyarakat, Ada Influencer

Tim Redaksi,  CNBC Indonesia
04 November 2026 08:05
Ilustrasi sosial media. (REUTERS/Hollie Adams/Illustration/File Photo)
Foto: REUTERS/Hollie Adams

Jakarta, CNBC Indonesia - Survei Ipsos menemukan bahwa dokter, ilmuwan, dan guru menempati posisi teratas sebagai profesi paling dipercaya, sementara politisi dan influencer media sosial berada di antara kelompok dengan tingkat kepercayaan terendah.

Laporan bertajuk Global Trustworthiness Index 2026 yang dirilis oleh Ipsos melibatkan 23.537 orang dewasa di 31 negara. Survei ini mengukur tingkat kepercayaan masyarakat terhadap 20 kelompok profesi.

Dokter menempati peringkat pertama dengan skor kepercayaan bersih sebesar 43 poin persentase. Posisi kedua ditempati ilmuwan dengan 42 poin, disusul guru dengan 37 poin.

Dominasi ketiga profesi tersebut menunjukkan bahwa pekerjaan yang berkaitan dengan kesehatan, ilmu pengetahuan, dan pendidikan mendapat kepercayaan tinggi dari masyarakat. Bahkan, dokter, ilmuwan, dan guru menempati tiga posisi teratas di 27 dari 31 negara yang disurvei.

Dokter, Ilmuwan, dan Guru Pimpin Peringkat

Setelah tiga profesi teratas, anggota angkatan bersenjata menempati posisi keempat dengan skor kepercayaan bersih 16 poin. Berikutnya, pelatih pribadi memperoleh 10 poin, sedangkan pengusaha teknologi mencatatkan enam poin.

Hakim dan polisi sama-sama meraih lima poin. Sementara itu, pengacara berada di posisi kesembilan dengan skor nol, yang berarti proporsi masyarakat yang memercayai dan tidak memercayai profesi tersebut relatif seimbang.

Berikut daftar lengkap 20 profesi dan kelompok berdasarkan skor kepercayaan bersih pada 2026:

1. Dokter: +43 poin

2. Ilmuwan: +42 poin

3. Guru: +37 poin

4. Angkatan bersenjata: +16 poin

5. Pelatih pribadi: +10 poin

6. Pengusaha teknologi: +6 poin

7. Hakim: +5 poin

8. Polisi: +5 poin

9. Pengacara: 0 poin

10. Pelaksana jajak pendapat: -2 poin

11. Pembawa berita televisi: -3 poin

12. Pemimpin bisnis: -8 poin

13. Pejabat pemerintah atau pegawai negeri sipil: -9 poin

14. Jurnalis: -10 poin

15. Bankir: -10 poin

16. Pemuka agama atau pendeta: -11 poin

17. Eksekutif periklanan: -26 poin

18. Menteri pemerintah: -37 poin

19. Influencer media sosial: -44 poin

20. Politisi: -48 poin

Politisi dan Influencer Paling Tidak Dipercaya

Di sisi lain, politisi menempati posisi terakhir sebagai kelompok dengan skor kepercayaan bersih terendah, yakni minus 48 poin. Hasil survei menunjukkan hanya 13 persen responden yang menganggap politisi dapat dipercaya, sedangkan 61 persen menilainya tidak dapat dipercaya.

Influencer media sosial berada satu tingkat di atas politisi dengan skor minus 44 poin. Sementara itu, para menteri pemerintah mencatatkan minus 37 poin.

Rendahnya skor ketiga kelompok tersebut memperlihatkan besarnya kesenjangan kepercayaan masyarakat terhadap profesi yang berkaitan dengan kepemimpinan politik dan pengaruh di ruang digital dibandingkan profesi kesehatan, sains, dan pendidikan.

Meski demikian, hasil ini menggambarkan persepsi responden secara umum, bukan penilaian terhadap setiap individu yang bekerja dalam profesi tersebut.

Bagaimana Skor Kepercayaan Dihitung?

Ipsos mengukur kepercayaan dengan menanyakan kepada responden apakah mereka menganggap suatu profesi dapat dipercaya atau tidak dapat dipercaya.

Skor kepercayaan bersih dihitung dengan mengurangi persentase responden yang menilai suatu profesi tidak dapat dipercaya dari persentase yang menganggapnya dapat dipercaya.

Dengan demikian, skor positif menunjukkan bahwa kepercayaan lebih tinggi daripada ketidakpercayaan. Sebaliknya, skor negatif berarti ketidakpercayaan lebih besar daripada kepercayaan.

(hsy/hsy) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Terungkap Daftar Negara Asia Paling Percaya Akhirat, RI Nomor Berapa?


Most Popular
Features