RI Juara Satu Paling Banyak Terima Telepon Scam, Waspada Kena Tipu!

Redaksi,  CNBC Indonesia
31 October 2026 09:45
ilustrasi spam call
Foto: ilustrasi spam call

Jakarta, CNBC Indonesia - Indonesia memegang predikat kelam sebagai negara dengan persentase panggilan telepon spam (spam call) tertinggi di kawasan Asia Pasifik. Laporan terbaru perusahaan keamanan komunikasi Hiya mengungkapkan bahwa sebanyak 89% panggilan dari nomor tak dikenal di Indonesia terindikasi sebagai spam maupun potensi penipuan (fraud).

Temuan mengkhawatirkan tersebut termuat dalam laporan Global Call Threat Report Q1 2025 yang dirilis Hiya, setelah menganalisis tren panggilan tidak diinginkan di lebih dari 40 negara sepanjang kuartal I-2025.

Dengan tingkat panggilan spam mencapai 89%, Indonesia melesat jauh meninggalkan Hong Kong di posisi kedua (70%) dan Filipina di urutan ketiga (55%). Singapura menyusul di peringkat keempat dengan 34%, disusul Malaysia (31%) dan Australia (30%).

Hiya mendefinisikan panggilan spam sebagai seluruh telepon yang tidak diinginkan, mencakup fraud calls (penipuan) hingga nuisance calls (panggilan mengganggu seperti telemarketing tanpa izin).

Perhitungan persentase ini didasarkan pada lalu lintas panggilan masuk dari nomor yang tidak tersimpan di buku kontak pengguna. Artinya, 89% dari seluruh panggilan nomor asing yang masuk ke HP warga Indonesia terdeteksi sebagai pesan pengganggu atau upaya penipuan.

Berikut daftar negara Asia Pasifik dengan persentase panggilan spam tertinggi dari nomor tak dikenal menurut Hiya:

  1. Indonesia: 89%
  2. Hong Kong: 70%
  3. Filipina: 55%
  4. Singapura: 34%
  5. Malaysia: 31%
  6. Australia: 30%
  7. Turki: 19%
  8. Thailand: 19%
  9. India: 16%
  10. Selandia Baru: 7%

Warga RI Dihujani 16 Telepon Spam per Bulan

Tak cuma unggul dari segi persentase, intensitas gempuran telepon spam di Indonesia juga sangat masif. Hiya mencatat masyarakat Indonesia rata-rata menerima 16 kali panggilan spam per orang setiap bulannya-menjadikan RI nomor dua tertinggi di Asia Pasifik.

Posisi puncak ditempati warga Hong Kong yang dihujani rata-rata 21 panggilan spam per bulan. Sementara itu, India dan Filipina menyusul dengan rata-rata 11 panggilan per bulan.

Warga Australia dan Turki menerima sekitar 5 panggilan per bulan, diikuti Malaysia dan Thailand masing-masing 4 panggilan. Singapura mencatat rata-rata 3 panggilan, sedangkan Selandia Baru menjadi yang paling aman dengan hanya 1 panggilan spam per bulan.

Di tingkat global, Brasil bertengger sebagai negara paling nestapa akibat serangan spam call, dengan rata-rata 28 panggilan per orang setiap bulan.

Ancam Teror AI: Suara Kloning Bikin Penipuan Makin Meyakinkan

Secara global, eskalasi ancaman panggilan spam terus menunjukkan tren kenaikan. Sepanjang kuartal I-2025, Hiya menandai sedikitnya 12,5 miliar panggilan di seluruh dunia sebagai dugaan spam, naik dari 11,3 miliar panggilan pada kuartal IV-2024. Rata-rata terdapat 137 juta panggilan spam dilancarkan saban harinya.

Dari total sampel global yang dianalisis, sebanyak 24% masuk kategori panggilan mengganggu, 9% murni aksi penipuan, dan 67% sisanya merupakan kategori panggilan lainnya.

Hal yang paling diwaspadai adalah maraknya adopsi teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) oleh para penjahat siber. Dari analisis terhadap 8.455 sampel panggilan terekam, Hiya menemukan 25% di antaranya mengintegrasikan audio buatan AI.

Parahnya lagi, dari panggilan berbasis AI yang didalami lebih lanjut, sebanyak 55% terkonfirmasi sebagai skenario penipuan. Pelaku kejahatan memanfaatkan AI generatif untuk mengkloning suara seseorang, merancang percakapan persuasif, hingga melancarkan aksi penipuan berdampak finansial.

(fab/fab) [Gambas:Video CNBC]
Next Article 10 Negara dengan Spam Call Paling Banyak, Indonesia Nomor Satu


Most Popular
Features