Kemenyan Indonesia Laku Keras di China hingga Prancis, Buat Apa?
Jakarta, CNBC Indonesia - Kemenyan di Indonesia kerap dikaitkan dengan hal-hal mistis dan gaib. Namun, di balik anggapan tersebut, kemenyan ternyata merupakan salah satu hasil pertanian Indonesia yang telah menembus pasar internasional, termasuk China dan Prancis.
Potensi ini turut mendapat perhatian Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming. Ia mendorong hilirisasi tanaman kemenyan di Indonesia agar komoditas tersebut dapat dikembangkan lebih lanjut.
"Biasanya kita membicarakan hilirisasi nikel dan lain-lain, ini ada hilirisasi kemenyan," ujar Gibran.
Kemenyan Indonesia digunakan di banyak industri
Kemenyan adalah getah atau resin, yang dihasilkan dari tanaman menyan (Styrax benzoin), dan banyak digunakan di industri kosmetik, makanan hingga kedokteran.
Di industri kosmetik, kemenyan digunakan sebagai bahan baku parfum hingga lilin beraroma. Kemenyan juga digunakan sebagai perasa dalam minuman, permen karet, hingga puding.
Dalam dunia anestesi dan kedokteran, kemenyan digunakan sebagai perekat untuk melindungi luka, terutama digunakan untuk meningkatkan daya rekat pita dan perban bedah.
Meski di Indonesia identik dengan hal mistis, kemenyan ternyata banyak digunakan dalam ritual keagamaan di Asia hingga Eropa. Kemenyan jenis gum benzoin merupakan komponen utama jenis dupa gereja yang digunakan di Rusia dan beberapa masyarakat Kristen Ortodoks Timur lainnya. Benzoin juga digunakan di kuil-kuil Hindu di India.
Ekspor kemenyan Indonesia
Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekspor kemenyan Indonesia sepanjang 2024 mencapai lebih dari 43 ribu ton dengan nilai sekitar US$52 juta. Pada 2023 nilainya berada di kisaran US$49 juta. Kenaikan tersebut terjadi saat volume tidak banyak berubah, sehingga harga jual global masih kuat.
India menjadi pembeli terbesar dengan nilai lebih dari US$22 juta. China menyusul sekitar US$4,7 juta. Bangladesh, Mesir, Prancis, dan Italia juga masuk daftar pasar utama. Sebaran tujuan ekspor ini memberi gambaran bahwa kemenyan dipakai di banyak sektor dengan kebutuhan berbeda.
Prancis dan Italia memiliki industri parfum besar. Resin kemenyan dibutuhkan sebagai bahan pengikat aroma agar wangi bertahan lebih lama. Permintaan dari dua negara itu ikut menjaga posisi Indonesia di pasar premium. Sentra produksi di Sumatra Utara dikenal menghasilkan resin dengan mutu baik dan aroma khas.
Nilai komersial kemenyan juga datang dari kandungan kimianya. Resin ini mengandung cinnamic acid, benzoic acid, benzaldehyde, vanillin, dan benzyl benzoate. Senyawa tersebut banyak dipakai dalam formulasi antiseptik, salep, produk perawatan kulit, hingga aromaterapi.