Studi Ungkap Golongan Darah yang Berisiko Tinggi Diabetes

Linda Hasibuan,  CNBC Indonesia
22 October 2026 09:10
Ilustrasi golongan darah. (Dok. Pixabay)
Foto: Ilustrasi golongan darah. (Dok. Pixabay)

Jakarta, CNBC Indonesia - Penelitian menemukan orang bergolongan darah B memiliki risiko diabetes tipe 2 sekitar 28 persen lebih tinggi dibandingkan mereka yang bukan bergolongan darah B. Meski demikian, pola makan, berat badan, dan aktivitas fisik tetap menjadi faktor risiko yang lebih besar.

Melansir Science Alert, golongan darah ternyata tidak hanya berperan dalam menentukan kecocokan transfusi darah, tetapi juga berpotensi berkaitan dengan risiko penyakit tertentu. Sebuah tinjauan penelitian menemukan bahwa orang dengan golongan darah B, baik rhesus positif maupun negatif, memiliki risiko lebih tinggi mengalami diabetes tipe 2 dibandingkan pemilik golongan darah lainnya.

Temuan yang dipublikasikan dalam jurnal BMC Medicine tersebut menunjukkan peningkatan risiko rata-rata sekitar 28 persen. Meski demikian, para peneliti menegaskan bahwa hubungan ini relatif kecil dan tidak berarti setiap orang bergolongan darah B akan mengalami diabetes.

Menelaah Ratusan Hubungan Golongan Darah dan Penyakit

Temuan ini berasal dari tinjauan besar yang dipimpin tim peneliti epidemiologi Fang-Hua Liu dari Shengjing Hospital, China Medical University.

Dalam penelitian tersebut, para peneliti mengevaluasi 51 tinjauan sistematis yang mencakup 270 hubungan antara golongan darah ABO dan rhesus (Rh) dengan berbagai kondisi kesehatan.

Mereka kemudian menguji kekuatan bukti, konsistensi hasil antarpenelitian, ukuran sampel, serta kemungkinan bias untuk memastikan bahwa hubungan yang ditemukan tidak sekadar muncul secara kebetulan.

Hasilnya, hubungan antara golongan darah B dan diabetes tipe 2 menjadi satu-satunya temuan yang memenuhi standar bukti tertinggi dalam analisis tersebut.

Meski menjanjikan, hasil ini menunjukkan adanya keterkaitan, bukan bukti bahwa golongan darah B secara langsung menyebabkan diabetes tipe 2.

Risiko Gaya Hidup Lebih Besar

Para peneliti menekankan bahwa peningkatan risiko sebesar 28 persen tersebut masih lebih kecil dibandingkan sejumlah faktor risiko lain yang telah diketahui.

Pola makan yang tidak sehat, kelebihan berat badan, serta kurangnya aktivitas fisik memiliki peran penting dalam meningkatkan risiko diabetes tipe 2.

Karena itu, golongan darah tidak seharusnya menjadi satu-satunya acuan untuk menilai kemungkinan seseorang mengalami penyakit tersebut.

Penelitian ini juga belum memastikan mekanisme biologis yang mendasari hubungan antara golongan darah B dan diabetes tipe 2. Studi lain pada 2025 mengindikasikan bahwa mikrobioma usus mungkin berperan, tetapi temuan tersebut masih membutuhkan penelitian lebih lanjut.

Golongan Darah B Bukan Penentu Diabetes

Secara umum, golongan darah manusia dibedakan berdasarkan antigen pada permukaan sel darah merah. Sistem ABO mencakup golongan A, B, AB, dan O, sedangkan faktor rhesus menentukan apakah golongan darah tergolong positif atau negatif.

Perbedaan tersebut sebelumnya telah dikaitkan dengan sejumlah kondisi kesehatan. Namun, tidak semua hubungan yang dilaporkan dalam penelitian terbukti kuat.

Temuan terbaru ini menambah pemahaman mengenai kemungkinan hubungan antara golongan darah dan kesehatan. Meski demikian, orang bergolongan darah B tidak perlu langsung khawatir.

Menjaga pola makan seimbang, rutin beraktivitas fisik, mempertahankan berat badan yang sehat, dan melakukan pemeriksaan kesehatan sesuai kebutuhan tetap menjadi langkah penting untuk membantu mengurangi risiko diabetes tipe 2.

(hsy/hsy) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Ahli Ungkap Tips Sederhana Ampuh Cegah Kenaikan Gula Darah


Most Popular
Features