Kabut Asap Makin Parah, Sekolah di Malaysia Ditutup Lagi 5 Hari
Jakarta, CNBC Indonesia - Sekolah-sekolah di Johor, Malaysia, kembali ditutup selama lima hari mulai Senin (19/10/2026) akibat kondisi kabut asap yang membahayakan kesehatan.
Ketua Komite Pendidikan dan Informasi Negara Bagian Johor, Muhammad Naqib Md Ghazali, mengatakan keputusan tersebut diambil setelah pertemuan Komite Koordinasi Penanganan Kabut Asap Johor pada Sabtu siang.
"Laporan pemantauan menunjukkan bahwa angka Indeks Pencemaran Udara (API) masih berada pada tingkat yang mengkhawatirkan, tanpa perbaikan yang signifikan," kata Naqib, dikutip dari CNA, Minggu (18/10/2026).
Ia menjelaskan, perpanjangan penutupan sekolah akan bergantung pada perkembangan kualitas udara, prakiraan cuaca, serta hasil penilaian kesehatan yang terus dilakukan.
Naqib mengatakan kebijakan tersebut sejalan dengan arahan Pemangku Raja Johor, Tunku Mahkota Ismail. Keputusan itu juga mencerminkan komitmen pemerintah negara bagian untuk mengutamakan kesehatan dan keselamatan masyarakat.
Selama sekolah ditutup, kegiatan belajar mengajar dari rumah atau Teaching and Learning at Home (PdPR) akan tetap berlangsung sesuai dengan Pedoman PdPR Versi 2.0 yang diterbitkan Kementerian Pendidikan Malaysia.
Meski demikian, pengecualian terbatas dapat diberikan kepada siswa yang mengikuti ujian dan penilaian akademik.
"Pengecualian ini harus dikoordinasikan oleh Departemen Pendidikan Johor (JPNJ) dan wajib mematuhi prosedur operasi standar (SOP) kesehatan secara ketat. Tidak ada kegiatan tambahan yang diizinkan," ujarnya.
Naqib menambahkan, Departemen Pendidikan Johor akan meninjau SOP setiap hari sesuai arahan Kementerian Pendidikan Malaysia.
Departemen tersebut juga akan memperoleh informasi terbaru dari lembaga pemeriksaan kementerian untuk mengoordinasikan jadwal ujian dan penilaian bagi sekolah negeri maupun sekolah agama di Johor.
Ia menekankan pentingnya penggunaan masker dan kepatuhan terhadap seluruh pedoman kesehatan yang berlaku. Otoritas kesehatan telah menyampaikan kekhawatiran mengenai risiko kesehatan masyarakat akibat paparan polusi udara dalam waktu lama.
Naqib juga merekomendasikan langkah pencegahan yang lebih menyeluruh, khususnya bagi anak-anak dan kelompok rentan.
Menurut laporan media lokal yang mengutip pernyataannya, sebanyak 30.648 kasus asma dan infeksi saluran pernapasan atas (upper respiratory tract infections/URTI) tercatat di Johor sepanjang Oktober. Jumlah tersebut meningkat 20,7% secara mingguan.
Sebelumnya, pemerintah Johor telah memerintahkan seluruh sekolah ditutup selama dua hari mulai 8 Oktober. Penutupan kemudian diperpanjang selama lima hari bagi institusi pendidikan mulai 12 Oktober.
Perpanjangan terbaru ini dilakukan ketika otoritas setempat terus memantau kualitas udara dan menilai kapan kondisi sudah cukup aman bagi siswa untuk kembali belajar di ruang kelas.
Berdasarkan data Departemen Lingkungan Hidup Malaysia, kawasan Pasir Gudang di Johor mencatat angka Indeks Pencemaran Udara (API) tertinggi di Malaysia, yakni 190, pada Minggu pukul 08.00 waktu setempat. Angka tersebut menempatkan Pasir Gudang dalam kategori "sangat tidak sehat".
(haa/haa) [Gambas:Video CNBC]