Update 15 Maskapai yang Batalkan Penerbangan ke Arab Saudi

Fergi Nadira,  CNBC Indonesia
14 October 2026 14:00
Rekaman pengawasan menunjukkan orang-orang mengantre tepat sebelum serangan terjadi di Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi, 10 Oktober 2026. (Saudi Ministry of Media/Handout via REUTERS)
Foto: via REUTERS/Saudi Ministry of Media

Jakarta, CNBC Indonesia - Gangguan penerbangan di Arab Saudi semakin meluas menyusul serangkaian serangan mematikan yang menghantam sejumlah bandara di negara tersebut. Lebih dari 3.100 penerbangan dilaporkan terdampak dalam sepekan terakhir, sementara ratusan penerbangan lainnya dibatalkan pada Rabu (14/10/2026).

Melansir Gulf News, sejumlah maskapai internasional, termasuk Emirates, Etihad Airways, Qatar Airways, hingga Malaysia Airlines, terpaksa membatalkan atau menangguhkan penerbangan menuju sejumlah kota di Arab Saudi. Gangguan ini terjadi setelah Bandara Internasional King Khalid di Riyadh ditutup akibat serangan kelompok Houthi dari Yaman.

Bandara tersebut diperkirakan masih akan ditutup setidaknya hingga 17 Oktober 2026. Berdasarkan data terbaru perusahaan analisis penerbangan Cirium yang dilaporkan Khaleej Times, sebanyak 313 dari 1.097 jadwal keberangkatan dari bandara-bandara Arab Saudi pada Rabu (14/10/2026) tercatat dibatalkan atau tidak beroperasi.

Jumlah tersebut setara dengan 28,53% dari total penerbangan terjadwal. Sementara itu, pada Selasa (13/10/2026), sebanyak 556 dari 1.058 penerbangan atau sekitar 52,55% mengalami pembatalan maupun gangguan operasional.

Kondisi yang lebih parah terjadi pada Senin (12/10/2026), ketika 632 dari 1.048 penerbangan atau sekitar 60,31% tidak beroperasi. Secara keseluruhan, lebih dari 3.100 penerbangan atau sekitar 40% dari seluruh layanan terjadwal terdampak sepanjang 8 hingga 14 Oktober 2026.

Jumlah tersebut masih berpotensi berubah seiring penyesuaian jadwal yang dilakukan masing-masing maskapai.

Daftar Maskapai yang Membatalkan Penerbangan ke Arab Saudi

Sejumlah maskapai telah mengumumkan perpanjangan pembatalan penerbangan menuju Riyadh, Jeddah, Dammam, Madinah, dan sejumlah kota lainnya. Berikut daftar maskapai dan rute penerbangan yang terdampak berdasarkan laporan Gulf News dan pembaruan Reuters per 13 Oktober 2026.

1. Emirates: Sejumlah penerbangan Dubai-Riyadh dibatalkan, termasuk EK817 pada 14 Oktober. Gangguan juga terjadi pada beberapa penerbangan menuju Dammam, Jeddah, dan Madinah.

2. Etihad Airways: Seluruh penerbangan Abu Dhabi-Riyadh dibatalkan hingga 19 Oktober. Penerbangan menuju Dammam pada 13-14 Oktober serta sejumlah layanan menuju Jeddah pada 14-15 Oktober juga dibatalkan.

3. flydubai: Pembatalan penerbangan menuju Riyadh, Dammam, dan Abha diperpanjang hingga 19 Oktober.

4. Air Arabia: Sejumlah penerbangan dari Sharjah menuju Riyadh dan Abha dibatalkan. Gangguan sebelumnya juga memengaruhi penerbangan menuju Taif.

5. Qatar Airways: Penerbangan dari dan menuju Riyadh serta Dammam ditangguhkan sementara tanpa kepastian tanggal operasional kembali.

6. Air France-KLM: Layanan penerbangan dari dan menuju Riyadh ditangguhkan hingga akhir Oktober.

7. Air India: Penerbangan menuju Riyadh, Dammam, dan Jeddah ditangguhkan hingga 17 Oktober.

8. Akasa Air: Penerbangan dari dan menuju Riyadh serta Jeddah ditangguhkan hingga 17 Oktober.

9. Cathay Pacific: Pengoperasian kembali rute Hong Kong-Riyadh dan Hong Kong-Dubai ditunda hingga 31 Januari 2027.

10. Delta Air Lines: Peluncuran rute baru Atlanta-Riyadh ditunda hingga Maret 2027.

11. Gulf Air: Penerbangan Bahrain-Riyadh dibatalkan pada 12 hingga 17 Oktober.

12. IndiGo: Penerbangan dari dan menuju Riyadh, Jeddah, Dammam, serta Madinah dibatalkan hingga 17 Oktober.

13. Lufthansa Group: Seluruh penerbangan menuju Riyadh dibatalkan hingga 16 Oktober.

14. Malaysia Airlines: Penerbangan dari dan menuju Jeddah serta Madinah dibatalkan hingga 17 Oktober sebagai langkah antisipasi keselamatan.

15. Philippine Airlines: Layanan penerbangan menuju Riyadh ditangguhkan hingga 29 November.

Meski demikian, pembatalan tersebut tidak selalu berlaku untuk seluruh jaringan penerbangan masing-masing maskapai di Arab Saudi. Beberapa rute masih tercantum dalam jadwal operasional, tetapi belum tentu dapat diterbangkan sesuai rencana.

Kapan Bandara Riyadh Dibuka Kembali?

Otoritas Penerbangan Sipil Arab Saudi (GACA) memperpanjang penghentian operasional Bandara Internasional King Khalid di Riyadh untuk memberikan waktu bagi pemeriksaan keselamatan dan penilaian kesiapan operasional. Berdasarkan pemberitahuan resmi kepada penerbang atau Notice to Airmen (NOTAM) yang diterbitkan pada Senin, bandara tersebut dijadwalkan tetap ditutup hingga 17 Oktober pukul 21.00 GMT, atau 18 Oktober pukul 00.00 waktu Arab Saudi.

Namun, batas waktu tersebut bukan jaminan bahwa bandara akan langsung kembali beroperasi. Penutupan dilakukan menyusul serangkaian serangan kelompok Houthi yang didukung Iran terhadap bandara tersebut.

Salah satu serangan paling mematikan terjadi pada Sabtu (10/10/2026), yang menewaskan sedikitnya 12 orang dan melukai lebih dari 300 lainnya. Serangan susulan pada Minggu juga dilaporkan menimbulkan korban tambahan.

Dampak serangan tidak hanya mengganggu penerbangan internasional, tetapi juga penerbangan domestik di berbagai wilayah Arab Saudi. Penumpang yang berencana melakukan perjalanan menuju Arab Saudi, termasuk melalui Jeddah dan Madinah, diimbau memeriksa status penerbangan secara langsung melalui situs resmi maskapai sebelum berangkat ke bandara.

Hal ini penting mengingat jadwal penerbangan masih dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan situasi keamanan.

(hsy/hsy) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Daftar Maskapai Hentikan Penerbangan ke Arab Saudi, Sampai Kapan?


Most Popular
Features