Skandal Baru FIFA, Ketahuan Sewa Kantor Rp66 M di Trump Tower
Jakarta, CNBC Indonesia - Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) dilaporkan menggelontorkan dana sebesar US$4 juta atau sekitar Rp66 miliar untuk menyewa ruang kantor di Trump Tower, New York, Amerika Serikat (AS), selama tujuh tahun, menurut dokumen yang didapat Le Monde dan The New York Times.
Langkah ini kembali menjadi sorotan di tengah kedekatan Presiden FIFA Gianni Infantino dengan Presiden AS Donald Trump.
Melansir USA Today, kantor yang disewa FIFA tersebut memiliki luas hampir 5.000 kaki persegi atau sekitar 465 meter persegi. Ruangan itu digunakan untuk menggelar berbagai acara khusus, bukan sebagai kantor operasional sehari-hari yang berada di Florida.
Fasilitas tersebut juga sempat digunakan ketika Infantino mengunjungi New York untuk menghadiri rangkaian Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Dalam kunjungan tersebut, Infantino bertemu dengan sejumlah pemimpin dunia, termasuk Presiden Kenya William Ruto dan Perdana Menteri Bhutan Tshering Tobgay.
Setelah menghadiri pertemuan internasional di New York, Infantino melanjutkan perjalanan ke kawasan Karibia. Ia menyaksikan pertandingan Concacaf Nations League di Jamaika, Kepulauan Virgin Britania Raya, Antigua dan Barbuda, serta Saint Kitts dan Nevis.
Terkait penyewaan kantor di Trump Tower, FIFA menegaskan kesepakatan tersebut telah melalui prosedur internal organisasi.
"Perjanjian sewa tersebut ditandatangani sesuai dengan proses internal standar FIFA," demikian pernyataan FIFA kepada The New York Times, seperti dikutip USA Today, Rabu (14/10/2026).
Kedekatan Infantino dan Trump Jadi Sorotan
Penyewaan kantor di Trump Tower menjadi salah satu contoh hubungan dekat antara Infantino dan Trump. Sebelumnya, pengundian Piala Dunia 2026 digelar di Kennedy Center, Washington DC, sebuah lembaga budaya yang dipimpin Trump sejak 2025.
Dalam acara tersebut, Infantino juga menganugerahkan FIFA Peace Prize atau Penghargaan Perdamaian FIFA edisi perdana kepada Trump.
Di sisi lain, Infantino tengah mempersiapkan diri menghadapi pemilihan presiden FIFA yang dijadwalkan berlangsung dalam Kongres FIFA pada Maret mendatang.
Posisi Infantino sebelumnya dinilai cukup kuat, terutama hingga penyelenggaraan final Piala Dunia 2026. Namun, rencana kontroversial untuk membuka investasi swasta yang memungkinkan investor mengendalikan sebagian aspek Piala Dunia dan turnamen FIFA lainnya sempat memunculkan pertanyaan mengenai kelanjutan kepemimpinannya.
Infantino kemudian menarik kembali usulan tersebut dan mulai memperkuat dukungan menjelang pemilihan. Sejauh ini, satu-satunya kandidat yang secara resmi menyatakan niat menantang Infantino adalah mantan pemain bertahan Swiss, Ramon Vega.
Vega memiliki waktu hingga 18 November untuk menyerahkan dukungan resmi dari sedikitnya lima asosiasi anggota FIFA. Secara keseluruhan, FIFA memiliki 211 asosiasi anggota.
Sementara itu, dukungan terhadap Infantino datang dari Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF).
Presiden CAF menyatakan dalam pertemuan di Cape Verde pekan lalu bahwa seluruh 54 asosiasi anggota konfederasi tersebut berencana mendukung pencalonan kembali Infantino sebagai presiden FIFA.
(hsy/hsy) [Gambas:Video CNBC]