5 Jenis Teh yang Ampuh Turunkan Kolesterol Tinggi, Terbukti Ilmiah

Linda Hasibuan,  CNBC Indonesia
13 October 2026 12:55
Teh hijau matcha khas Jepang. (Istimewa)
Foto: Teh hijau matcha khas Jepang. (Istimewa)
Daftar Isi

Jakarta, CNBC Indonesia - Kolesterol tinggi menjadi salah satu faktor risiko penyakit jantung yang perlu diwaspadai. Selain menjaga pola makan dan rutin berolahraga, kebiasaan sederhana seperti minum teh tanpa gula juga dapat menjadi bagian dari upaya menjaga kadar kolesterol tetap sehat.

Sejumlah jenis teh mengandung antioksidan dan senyawa alami yang berpotensi membantu menurunkan kolesterol jahat atau low-density lipoprotein (LDL). Namun, manfaatnya dapat berbeda pada setiap orang dan teh tidak dapat menggantikan pengobatan medis.

Mengutip Health, terdapat lima jenis teh yang berpotensi mendukung kesehatan jantung dan membantu menjaga kadar kolesterol. Berikut paparannya:

1. Teh Hijau

Teh hijau menjadi salah satu jenis teh yang paling banyak diteliti terkait manfaatnya bagi kesehatan jantung. Minuman ini mengandung katekin, yaitu antioksidan yang berpotensi membantu menurunkan kadar kolesterol LDL dalam darah.

Sebuah tinjauan penelitian yang dikutip Health menemukan bahwa konsumsi teh hijau dapat menurunkan kolesterol total dan LDL hingga sekitar 5 persen.

Meski penurunannya relatif kecil, perubahan kadar kolesterol tetap dapat memberikan manfaat bagi kesehatan jantung jika disertai pola hidup sehat.

2. Teh Hitam

Selain teh hijau, teh hitam juga berpotensi membantu menjaga kadar kolesterol. Teh ini mengandung polifenol, senyawa tumbuhan yang dapat mendukung kesehatan jantung.

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa polifenol dalam teh hitam berpotensi membantu menurunkan kolesterol LDL. Senyawa tersebut juga dikaitkan dengan perbaikan aliran darah dan tekanan darah serta perlindungan terhadap kerusakan sel akibat stres oksidatif.

Meski demikian, manfaatnya dapat berbeda bergantung pada kondisi kesehatan dan kebiasaan konsumsi setiap orang.

3. Teh Jahe

Teh jahe tidak hanya dikenal sebagai minuman yang membantu memberikan rasa nyaman pada pencernaan, tetapi juga memiliki potensi manfaat bagi kesehatan jantung.

Jahe mengandung senyawa alami yang berpotensi membantu mengurangi peradangan. Penelitian juga menunjukkan kemungkinan manfaat jahe dalam menurunkan kolesterol LDL dan trigliserida, yaitu jenis lemak yang beredar dalam darah.

Kadar trigliserida yang tinggi dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. Teh jahe dapat dibuat dengan menyeduh irisan jahe segar menggunakan air panas. Minuman ini juga tidak mengandung kafein secara alami sehingga dapat menjadi pilihan pada malam hari.

4. Teh Oolong

Teh oolong memiliki karakteristik di antara teh hijau dan teh hitam. Selain cita rasanya yang khas, teh ini mengandung katekin dan polifenol yang berpotensi membantu menjaga kadar kolesterol.

Senyawa tersebut diduga dapat memengaruhi kerja enzim lipase, yang berperan dalam proses pencernaan lemak. Mekanisme ini berpotensi mengurangi penyerapan lemak di saluran pencernaan.

Namun, bukti mengenai besarnya manfaat teh oolong terhadap kadar kolesterol masih perlu terus dikembangkan.

5. Teh Hibiscus atau Rosela

Teh hibiscus, yang dibuat dari bunga rosela kering, menjadi pilihan lain untuk mendukung kesehatan jantung. Minuman ini memiliki rasa asam yang khas dan tidak mengandung kafein secara alami.

Penelitian menunjukkan bahwa teh rosela berpotensi membantu menurunkan kolesterol LDL sekaligus meningkatkan kolesterol HDL (high-density lipoprotein). HDL kerap disebut kolesterol baik karena berperan dalam membawa kolesterol kembali ke hati untuk diproses.

Manfaat tersebut diduga berkaitan dengan kandungan antosianin, yaitu antioksidan yang terdapat dalam bunga rosela. Meski menjanjikan, hasil penelitian yang ada belum berarti teh rosela dapat dipastikan menurunkan kolesterol pada semua orang.

Cara Minum Teh agar Lebih Sehat

Untuk memperoleh manfaat teh tanpa menambah asupan gula berlebihan, ada beberapa hal yang dapat diperhatikan.

Pertama, pilih teh tanpa gula atau pemanis tambahan. Jika ingin menambah rasa, gunakan sedikit madu atau perasan lemon.

Kedua, perhatikan kandungan kafein, terutama jika teh dikonsumsi menjelang tidur. Teh jahe dan teh rosela dapat menjadi alternatif karena secara alami bebas kafein.

Ketiga, imbangi kebiasaan minum teh dengan pola makan seimbang yang kaya serat, seperti buah-buahan, sayuran, biji-bijian utuh, dan kacang-kacangan.

Hal yang tidak kalah penting, orang dengan kolesterol tinggi tetap perlu memantau kadar kolesterol secara berkala dan mengikuti anjuran tenaga medis. Jika sedang mengonsumsi obat penurun kolesterol atau memiliki penyakit jantung, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum melakukan perubahan besar pada pola makan.

Pada akhirnya, teh dapat menjadi bagian dari kebiasaan hidup sehat, tetapi bukan solusi tunggal untuk mengatasi kolesterol tinggi. Pengaturan pola makan, aktivitas fisik, dan pengobatan sesuai kebutuhan tetap menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan jantung.

(hsy/hsy) [Gambas:Video CNBC]
Next Article 5 Makanan Wajib Dihindari agar Kolesterol Tak Naik Tinggi


Most Popular
Features