10 Miliarder Dunia yang Putus Kuliah, Kini Hartanya Ribuan Triliun

Linda Hasibuan,  CNBC Indonesia
08 October 2026 10:40
Bill Gates vs mark zuckerberg (Bill Gates vs mark zuckerberg)
Foto: Reuters
Daftar Isi

Jakarta, CNBC Indonesia - Pendidikan tinggi kerap dianggap sebagai salah satu jalan utama menuju karier yang mapan dan kehidupan yang lebih nyaman. Namun, perjalanan sejumlah miliarder dunia menunjukkan bahwa kesuksesan tidak selalu berjalan lurus dari bangku kuliah menuju dunia kerja.

Sejumlah orang terkaya di dunia justru memilih meninggalkan pendidikan tinggi sebelum menyelesaikannya. Mereka kemudian membangun perusahaan, menciptakan produk, atau mengembangkan bisnis yang menghasilkan kekayaan hingga triliunan rupiah.

Mengutip Yahoo Finance, sekitar 25% miliarder pernah putus sekolah atau tidak menyelesaikan pendidikan tinggi. Berikut 10 miliarder dunia yang berhasil mencapai kekayaan fantastis meski tidak menyelesaikan kuliah:

1. Mark Zuckerberg - US$ 204,2 Miliar (Rp 3.657 Triliun)

FILE PHOTO:    Facebook Founder and CEO Mark Zuckerberg speaks on stage during the annual Facebook F8 developers conference in San Jose, California, U.S., April 18, 2017. REUTERS/Stephen Lam/File PhotoFILE PHOTO: Facebook Founder and CEO Mark Zuckerberg speaks on stage during the annual Facebook F8 developers conference in San Jose, California, U.S., April 18, 2017. REUTERS/Stephen Lam/File Photo Foto: REUTERS/Stephen Lam

Mark Zuckerberg menjadi nama paling mencolok dalam daftar ini. Pendiri sekaligus CEO Meta tersebut meninggalkan Universitas Harvard setelah menyelesaikan tahun kedua kuliahnya untuk fokus mengembangkan Facebook, jejaring sosial yang ia rintis dari kamar asrama.

Keputusan itu kemudian mengubah hidupnya. Zuckerberg kini memiliki kekayaan sekitar US$ 204,2 miliar, sekaligus menjadi miliarder putus kuliah terkaya dalam daftar ini.

Zuckerberg memiliki sekitar 13 persen saham Meta. Namun, pada 2015, ia bersama istrinya, Priscilla Chan, berkomitmen untuk menyumbangkan 99 persen kepemilikan saham Meta mereka sepanjang hidup.

2. Larry Ellison - US$ 188,1 Miliar (Rp 3.369 Triliun)

Larry Ellison arrives at the LA Premiere of Larry Ellison arrives at the LA Premiere of "Terminator Genisys" at the Dolby Theatre on Sunday, June 28, 2015, in Los Angeles. (Photo by Rich Fury/Invision/AP) Foto: Larry Ellison (Photo by Rich Fury/Invision/AP)

Larry Ellison dua kali meninggalkan bangku kuliah. Bahkan, ia pernah mendapat penilaian dari ayah angkatnya bahwa dirinya tidak akan menjadi orang sukses.

Kenyataan justru berkata sebaliknya. Ellison mendirikan Oracle pada 1977 dan berhasil membangun salah satu perusahaan perangkat lunak terbesar di dunia.

Ia masih menjabat sebagai ketua sekaligus chief technology officer (CTO) Oracle. Kekayaannya kini diperkirakan mencapai US$188,1 miliar.

3. Michael Dell - US$ 151,2 Miliar (Rp 2.707 Triliun)

Michael Dell memulai bisnis komputernya dari kamar asrama saat berkuliah di Universitas Texas. Ketika bisnis tersebut berkembang, ia memutuskan meninggalkan universitas untuk sepenuhnya berkonsentrasi pada perusahaan yang didirikannya.

Langkah tersebut menjadi awal perjalanan Dell menuju salah satu produsen komputer pribadi terbesar di dunia. Kekayaan Michael Dell kini diperkirakan mencapai US$151,2 miliar.

4. Amancio Ortega - US$ 131,3 Miliar (Rp 2.351 Triliun)

Berbeda dengan sejumlah miliarder lain yang sempat kuliah, Amancio Ortega bahkan meninggalkan sekolah ketika baru berusia 14 tahun.

Ia kemudian bekerja dengan melakukan berbagai tugas di toko-toko kemeja. Dari pengalaman tersebut, Ortega membangun kerajaan mode yang kemudian berkembang menjadi Inditex, perusahaan yang menaungi merek seperti Zara, Massimo Dutti, dan Pull&Bear.

Ortega mundur dari posisi ketua Inditex pada 2011. Meski demikian, bisnis yang dibangunnya terus menghasilkan kekayaan besar. Ia kini dikenal sebagai orang terkaya di Spanyol dengan kekayaan sekitar US$ 131,3 miliar.

5. Bill Gates - US$ 103 Miliar (Rp 1.844 Triliun)

Bill Gates. (AP Photo/Jose Luis Magana, File)Bill Gates. (AP Photo/Jose Luis Magana, File) Foto: Bill Gates. (AP Photo/Jose Luis Magana, File)

Nama Bill Gates juga menjadi bukti bahwa pendidikan formal bukan satu-satunya jalan menuju kesuksesan.

Gates meninggalkan Universitas Harvard untuk fokus mengembangkan Microsoft bersama Paul Allen. Keputusan tersebut mengantarkannya membangun salah satu perusahaan perangkat lunak terbesar di dunia.

Kekayaan Gates kini diperkirakan mencapai US$ 103 miliar. Ia juga pernah menduduki posisi orang terkaya di dunia selama 13 tahun berturut-turut.

Di luar bisnis, Gates dikenal sebagai filantropis. Bersama mantan istrinya, Melinda, ia menggunakan sebagian besar kekayaannya untuk mendukung upaya memerangi kemiskinan dan penyakit di berbagai negara.

6. Gautam Adani - US$ 58,6 Miliar (Rp 1.049 Triliun)

Miliarder India, Gautam Adani. (REUTERS/Stringer/File Photo)Miliarder India, Gautam Adani. (REUTERS/Stringer/File Photo) Foto: REUTERS/Stringer

Miliarder asal India, Gautam Adani, meninggalkan Universitas Gujarat ketika memasuki tahun kedua kuliah dan kemudian pindah ke Mumbai.

Ia mengawali karier di industri berlian sebelum membangun perusahaan sendiri. Di bawah kepemimpinannya, Adani Group berkembang ke berbagai sektor, mulai dari perdagangan dan pertambangan batu bara hingga pelabuhan, logistik, pembangkit listrik, serta distribusi gas.

Kekayaan Adani kini diperkirakan mencapai US$ 58,6 miliar.

7. Li Ka-shing - US$ 46,2 Miliar (Rp 827 Triliun)

Perjalanan Li Ka-shing menuju kekayaan dimulai dari kondisi yang jauh dari kata mudah.

Ia bersama keluarganya melarikan diri ke Hong Kong setelah Jepang menginvasi China pada 1940. Setelah ayahnya meninggal akibat tuberkulosis, Li berhenti sekolah pada usia 15 tahun dan bekerja di sebuah pabrik plastik.

Ia kemudian mendirikan pabrik sendiri, masuk ke bisnis properti, dan akhirnya mengakuisisi Hutchison Whampoa. Kerajaan bisnisnya berkembang ke berbagai sektor, termasuk ritel dan teknologi.

8. Jan Koum - US$ 16,9 Miliar (Rp 302 Triliun)

Jan Koum merupakan salah satu pendiri WhatsApp. Ia pernah berkuliah di San Jose State University, tetapi tidak menyelesaikan pendidikannya.

Sebelum mendirikan WhatsApp, Koum bekerja di Yahoo selama sekitar sembilan tahun. Pada 2014, Facebook mengakuisisi WhatsApp dalam kesepakatan senilai sekitar US$22 miliar dalam bentuk uang tunai dan saham.

Koum kemudian menyumbangkan lebih dari enam juta saham Facebook pada 2016 kepada penerima yang tidak disebutkan. Meski demikian, kekayaannya saat ini masih diperkirakan mencapai US$ 16,9 miliar.

9. Ralph Lauren - US$ 13,7 Miliar (Rp 245 Triliun)

Ralph Lauren lahir di Bronx dari keluarga imigran Yahudi asal Rusia. Saat remaja, ia sempat bekerja paruh waktu di industri garmen sebelum membangun merek fesyen yang menggunakan namanya sendiri.

Kariernya mulai melejit ketika Neiman Marcus memesan 1.200 dasi hasil desainnya.

Lauren kemudian membangun salah satu merek fesyen paling dikenal di dunia. Ia memang meninggalkan kuliah, tetapi berhasil membangun kerajaan bisnis dengan kekayaan sekitar US$ 13,7 miliar.

Ia mundur sebagai CEO pada 2015, tetapi tetap menjabat sebagai executive chairman dan chief creative officer perusahaan tersebut.

10. Gabe Newell - US$ 11 Miliar (Rp 197 Triliun)

Gabe Newell juga meninggalkan Harvard sebelum menyelesaikan pendidikannya. Ia kemudian mendirikan Valve Corporation pada 1998.

Valve berkembang menjadi salah satu perusahaan paling berpengaruh dalam industri gim PC. Perusahaan tersebut dikenal luas melalui Steam, platform distribusi gim digital yang menjadi salah satu pusat utama pembelian dan penjualan gim PC.

Newell kini menjabat sebagai CEO Valve dan memiliki kekayaan sekitar US$ 11 miliar.

Bukan berarti kuliah tidak penting

Deretan nama tersebut memang menunjukkan bahwa tidak menyelesaikan kuliah tidak otomatis menghalangi seseorang untuk mencapai kesuksesan finansial. Namun, kisah mereka juga tidak serta-merta membuktikan bahwa pendidikan tinggi tidak penting.

Kesamaan yang terlihat dari para miliarder tersebut justru adalah keberanian mengambil peluang, membangun bisnis, mengembangkan inovasi, serta memiliki kemampuan membaca perubahan pasar.

Dengan kata lain, kisah mereka lebih tepat dipandang sebagai bukti bahwa kesuksesan memiliki banyak jalur. Pendidikan tinggi bisa menjadi salah satu jalan, tetapi bukan satu-satunya penentu masa depan seseorang.

(hsy/hsy) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Sarjana Makin Banyak, Tapi 1 Juta Lulusan RI Masih Nganggur


Most Popular
Features