Kata-Kata Herdman & Diks Jelang Final FIFA ASEAN Cup 2026 Malam Ini

Tim Redaksi,  CNBC Indonesia
05 October 2026 06:10
Laga Timnas Indonesia melawan Malaysia dalam FIFA ASEAN CUP 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Senin (28/9/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Foto: Aksi Ole Romeny saat menghadapi Malaysia dalam FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Senin (28/9/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indonesia akan berhadapan dengan Thailand dalam partai final FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat, Senin (5/10/2026) pukul 20.00 WIB. Berikut adalah pratinjau singkat laga sengit tersebut sebagaimana dikutip pemberitaan CNN Indonesia.



Indonesia dan Thailand berhak tampil di partai perebutan gelar lantaran menjadi pemuncak klasemen Grup A dan Grup B. Skuat Merah Putih mengumpulkan tujuh poin dari tiga laga.

Poin Indonesia sama dengan Malaysia yang menjadi runner up, namun anak asuh John Herdman berhak berada di posisi teratas lantaran produktivitas gol yang lebih baik. Indonesia mencetak sebelas gol dan kebobolan dua kali, sementara Malaysia membuat sembilan gol dan tidak pernah kemasukan.

Sedangkan di Grup B, Thailand mengumpulkan enam poin dari tiga pertandingan. Selain menang atas Pakistan, skuat Gajah Perang mengalahkan Vietnam. Kekalahan dari Filipina pada laga terakhir tak membuat Thailand batal jadi juara grup lantaran sudah unggul head to head atas Vietnam.

Pelatih Indonesia John Herdman mengaku antusias jelang partai final. Pengakuan itu disampaikan Herdman dalam konferensi pers di SUGBK, Jakarta Pusat, Minggu (4/10/2026).

"Ada kesempatan bagi kami untuk menjadi tim putra pertama yang mengangkat trofi untuk negara ini. Ini adalah kesempatan yang sudah diperjuangkan oleh banyak pemain dan mereka telah mendapatkan hak untuk berada di sini," ujarnya.

Kapten Timnas Indonesia Kevin Diks memberikan wejangan kepada rekan-rekannya jelang laga puncak. Kevin menyatakan pesan yang diberikan kepada rekan-rekannya berasal dari asam garam tampil di berbagai ajang sepak bola.

"Hal yang saya coba sampaikan kepada beberapa pemain adalah apa yang saya tahu dari pengalaman saya soal pertandingan final. Final adalah pertandingan yang berbeda. Apa pun bisa terjadi, tetapi jika Anda fokus, itu sudah setengah dari pekerjaan," ucap Kevin.

Pemain yang pernah bermain di liga Belanda, Italia, Denmark, dan Jerman itu menekankan arti penting menjaga emosi dalam laga krusial.

"Jangan sampai terbawa emosi atau hal-hal lainnya, karena Anda harus tetap fokus selama 100 menit, bahkan mungkin lebih," katanya mencamkan.

"Satu momen bisa menjadi penentu dalam sebuah final. Jika ada dua tim bagus yang saling berhadapan, satu momen saja sudah cukup, dan satu momen bisa menentukan pertandingan," ujarnya melanjutkan.

Di sisi lain, bintang Thailand Chanathip Songkrasin menegaskan misinya timnya adalah menciptakan sejarah saat bersua Indonesia. Chanathip ingin Thailand yang keluar sebagai juara edisi perdana FIFA ASEAN Cup. Oleh karena itu, kemenangan atas Indonesia menjadi bidikan utama dalam pertandingan nanti.

"Ini merupakan pertama kalinya FIFA terlibat dalam kompetisi seperti ini dan semua negara datang dengan skuat terbaik mereka. Karena ini merupakan kompetisi pertama dengan format seperti ini, kami ingin menciptakan sejarah dengan menjadi juara," ujar Chanathip.

"Untuk pertandingan melawan Indonesia besok, tentu kami tahu kami juga akan bertemu lagi dengan Indonesia di Piala Asia tahun depan [fase grup]. Kalau kami bisa menang besok, tentunya itu akan meningkatkan kepercayaan diri tim, staf pelatih, para pemain, dan juga para suporter ketika kami kembali menghadapi Indonesia di Piala Asia," katanya melanjutkan.

Terkait pertemuan dengan Indonesia, Chanathip mengaku senang bisa kembali bersua pasukan Garuda. Ia juga menyoroti komposisi skuad Timnas Indonesia yang sudah jauh berbeda. Dari 23 pemain yang masuk skuad Garuda di FIFA ASEAN Cup 2026, sebanyak 17 di antaranya merupakan naturalisasi.

"Para pemain juga berkembang. Sekarang Indonesia memiliki banyak pemain keturunan. Mereka juga bermain di liga-liga dengan level yang tinggi," kata pemain BG Pathum itu. "Tentunya mereka memiliki kekuatan fisik dan kemampuan teknik yang sangat baik," lanjutnya.

(miq/miq) [Gambas:Video CNBC]
Next Article FIFA ASEAN Cup 2026: Harapan dan Doa Pendukung Setia Timnas Indonesia!


Most Popular
Features