Lionel Messi Dapat Gelar Doktor Tanpa Kuliah, Ini Alasannya
Jakarta, CNBC Indonesia - Megabintang sepak bola Lionel Messi Kembali mendapatkan penghargaan. Namun, kali ini bukan dari lapangan hijau, kapten tim nasional Argentina itu dianugerahi gelar Doctor Honoris Causa dari University of Buenos Aires (UBA).
Melansir Yahoo Sports, Jumat (2/10/2026), Dewan Tinggi UBA menyetujui pemberian gelar tersebut kepada Messi secara bulat. Penghargaan diberikan sebagai pengakuan atas perjalanan karier profesionalnya, kontribusinya dalam mewakili Argentina, hingga pengaruhnya di luar sepak bola.
Gelar tersebut tidak berarti Messi menempuh pendidikan doktoral seperti mahasiswa pada umumnya. Doctor Honoris Causa merupakan gelar kehormatan tertinggi yang diberikan UBA dan tidak sama dengan gelar akademik yang diperoleh melalui proses perkuliahan.
UBA menilai perjalanan karier Messi mencerminkan nilai keunggulan, ketekunan, kerendahan hati, perilaku etis, serta dedikasi terhadap Argentina. Universitas tersebut juga menyoroti sederet pencapaian Messi bersama tim nasional Argentina, termasuk Copa America 2021, Finalissima 2022, Piala Dunia FIFA 2022, dan Copa America 2024.
Selain itu, UBA menyinggung perjalanan Argentina hingga final Piala Dunia 2026. Messi menjadi bagian dari skuad Argentina yang mengakhiri turnamen tersebut sebagai runner-up.
UBA mengatakan, penghargaan ini tidak hanya diberikan atas karier Messi di sepak bola, tetapi juga mempertimbangkan pengaruh budaya serta perannya sebagai salah satu representasi identitas Argentina. Doctor Honoris Causa sendiri merupakan gelar kehormatan tertinggi UBA yang diberikan kepada tokoh dengan kontribusi luar biasa dalam berbagai bidang, termasuk profesional, budaya, sosial, dan akademik.
Berdasarkan aturan universitas, gelar tersebut bersifat kehormatan dan bukan gelar akademik. Artinya, Messi tidak perlu mengikuti perkuliahan atau menjalani pendidikan doktoral untuk mendapatkannya.
Penganugerahan gelar kepada Messi dijadwalkan berlangsung di Estadio Monumental pada 6 Oktober 2026, sebelum pertandingan terakhir Argentina melawan Benin. Pertandingan tersebut sekaligus akan menjadi laga terakhir Messi bersama tim nasional Argentina. Dengan demikian, penghargaan dari UBA akan diberikan menjelang perpisahannya dengan La Albiceleste.