Daftar Negara Jago Matematika di Dunia 2026, China Pimpin Skor

Linda Hasibuan,  CNBC Indonesia
29 September 2026 14:15
Infografis, 10 Negara dengan anak muda paling jago matematika di dunia, Indonesia masuk?
Foto: Ilustrasi/ Edward Ricardo

Jakarta, CNBC Indonesia - Hasil Programme for International Student Assessment (PISA) 2025 menunjukkan dominasi negara-negara dan wilayah Asia Timur dalam kemampuan matematika siswa berusia 15 tahun.

China, yang dalam penilaian PISA diwakili oleh Beijing, Shanghai, Jiangsu, dan Zhejiang, mencatat skor matematika tertinggi dengan 612 poin.

PISA merupakan penilaian internasional yang diselenggarakan Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) untuk mengukur kemampuan siswa dalam bidang matematika, membaca, dan sains.

Penilaian ini tidak sekadar menguji kemampuan menghafal rumus atau mengikuti prosedur, tetapi juga melihat sejauh mana siswa mampu menerapkan pengetahuan dan penalaran untuk menghadapi persoalan dalam kehidupan nyata.

PISA 2025 melibatkan ebih dari 760.000 siswa dari 91 negara dan perekonomian berpartisipasi, yang secara statistik mewakili sekitar 33 juta remaja berusia 15 tahun di sekolah-sekolah di seluruh dunia.

Dalam hasil matematika, China berada di posisi teratas dengan skor 612 poin, disusul Singapura dengan 563 poin. Selisih keduanya mencapai 49 poin.

Makau berada di posisi berikutnya dengan 549 poin, sementara China Taipei mencatat 546 poin. Jepang berada di urutan selanjutnya dengan 525 poin, diikuti Korea dengan 522 poin dan Hong Kong dengan skor yang sama.

Berikut daftar skor matematika PISA 2025 yang tercantum dalam data OECD:

1. China - 612 poin

2. Singapura - 563 poin

3. Makau - 549 poin

4. Taiwan - 546 poin

5. Jepang - 525 poin

6. Korea Selatan - 522 poin

7. Hong Kong - 522 poin

8. Estonia - 508 poin

9. Swiss - 499 poin

10. Inggris - 488 poin

11. Kanada - 485 poin

12. Polandia - 484 poin

13. Belanda - 483 poin

14. Selandia Baru - 480 poin

15. Irlandia - 480 poin

16. Belgia - 480 poin

17. Australia - 478 poin

18. Austria - 477 poin

19. Ceko - 477 poin

20. Denmark - 471 poin

21. Lituania - 470 poin

22. Finlandia - 469 poin

22. Slovakia - 469 poin

24. Italia - 468 poin

25. Jerman - 464 poin

25. Swedia - 464 poin

27. OECD average - 463 poin

27. Amerika Serikat - 463 poin

28. Turki - 462 poin

29. Slovenia - 460 poin

29. Portugal - 460 poin

29. Latvia - 460 poin

32. Hungaria - 459 poin

33. Prancis - 458 poin

33. Luksemburg - 458 poin

35. Spanyol - 457 poin

36. Kroasia - 455 poin

37. Uni Emirat Arab - 453 poin

38. Norwegia - 452 poin

39. Islandia - 450 poin

40. Vietnam - 443 poin

Sebagai pembanding, rata-rata skor matematika negara-negara OECD berada di angka 463 poin. Dengan demikian, skor China berada 149 poin di atas rata-rata OECD, sedangkan Singapura unggul 100 poin.

Hubungan Skor Matematika dengan Penggunaan Gadget

PISA juga menyoroti hubungan antara waktu yang dihabiskan siswa untuk aktivitas digital di luar sekolah dan hasil belajar. Namun, temuan ini perlu dipahami sebagai hubungan statistik, bukan bukti bahwa penggunaan perangkat digital secara langsung menyebabkan turunnya prestasi.

Analisis OECD menunjukkan siswa yang menggunakan perangkat digital untuk hiburan selama dua hingga empat jam per hari di luar sekolah cenderung memiliki skor matematika lebih tinggi dibandingkan siswa yang menggunakan perangkat dalam waktu lebih sedikit. Sebaliknya, siswa yang menghabiskan lebih dari empat jam sehari untuk aktivitas digital hiburan cenderung memperoleh skor matematika lebih rendah dibandingkan kelompok pengguna moderat.

OECD menegaskan bahwa data tersebut tidak membuktikan hubungan sebab-akibat. Faktor lain, termasuk kondisi sosial-ekonomi, keterlibatan dalam pembelajaran, dan kebiasaan siswa, juga dapat berperan dalam hubungan antara penggunaan perangkat digital dan hasil pendidikan.

(hsy/hsy) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Daftar 10 Negara Terbaik Dunia di Bidang Sains, RI Masuk?


Most Popular
Features