Anak Orang Terkaya Tiba-Tiba Jadi Profesor di Kampus Bergengsi Inggris
Jakarta, CNBC Indonesia - Newcastle University di Inggris menghadapi kritik dari sejumlah akademisi dan pegiat konservasi setelah menunjuk Anant Ambani, pewaris keluarga konglomerat minyak dan gas India, sebagai Profesor Praktik di bidang keberlanjutan.
Keluarga Ambani pernah tercatat sebagai orang terkaya di Asia.
Melansir The Guardian, universitas tersebut mengumumkan penunjukan Anant Ambani itupada 14 September 2026. Anant Ambani disebut mendapat gelar profesor praktik atas kiprahnya dalam konservasi, perlindungan keanekaragaman hayati, kesejahteraan hewan, serta pengelolaan lingkungan. Newcastle University juga menyebut kontribusinya dalam mendorong masa depan yang lebih berkelanjutan.
Namun, keputusan tersebut menuai reaksi keras dari kalangan akademisi dan aktivis lingkungan, terutama karena keterkaitan Ambani dengan Vantara, fasilitas konservasi satwa berskala besar di Gujarat yang selama beberapa tahun terakhir menjadi sorotan terkait proses pengadaan dan impor satwa.
Anant Ambani (31 tahun) merupakan putra Mukesh Ambani, salah satu tokoh bisnis terkaya di India dan pemimpin Reliance Industries. Anant juga memimpin bidang energi terbarukan di dewan eksekutif Reliance Group.
Selain aktivitasnya di sektor energi, Anant mendirikan Vantara, fasilitas penyelamatan dan rehabilitasi satwa seluas sekitar 3.500 acre atau 1.400 hektare di Jamnagar, Gujarat. Vantara menyatakan fokus utamanya adalah menyelamatkan, merehabilitasi, dan melindungi satwa yang terluka, teraniaya, maupun terancam punah.
Menurut laporan yang dikutip media Inggris, fasilitas tersebut menampung lebih dari 150.000 hewan dari ribuan spesies, termasuk sekitar 200 singa, 250 macan tutul, dan 900 buaya. Tempat itu juga menjadi salah satu lokasi yang terkait dengan rangkaian perayaan pernikahan mewah Anant Ambani pada 2024.
Meski Vantara memposisikan diri sebagai pusat penyelamatan satwa, proses kedatangan sejumlah hewan ke fasilitas tersebut sebelumnya memicu pertanyaan dari kelompok konservasi.
Investigasi dan laporan terkait perdagangan satwa liar mempertanyakan asal-usul sejumlah hewan yang didatangkan ke Vantara, terutama karena sebagian merupakan spesies yang dilindungi atau terancam punah. Pada 2025, penyelidikan yang dilakukan SĂĽddeutsche Zeitung juga menyoroti jalur pengiriman sejumlah satwa melalui negara-negara yang dinilai memiliki jaringan perdagangan satwa liar yang kurang transparan.
Akademisi Pertanyakan Penunjukan Ambani
Pengangkatan Ambani sebagai profesor mendapat respons dari sejumlah akademisi. Ramachandra Guha, intelektual publik India dan penulis Speaking With Nature: The Origins of Indian Environmentalism, menyebut keputusan Newcastle University sebagai pilihan yang membingungkan.
Guha mengatakan ada banyak ilmuwan dan praktisi lingkungan di India yang menurutnya telah memberikan kontribusi nyata dalam bidang keberlanjutan, mulai dari ilmu tanah, energi, konservasi air, kehutanan berbasis masyarakat, ekologi hingga pengendalian polusi.
Ia juga mempertanyakan apakah universitas telah melakukan proses due diligence yang memadai sebelum memberikan penghargaan tersebut.
"Penunjukan Ambani ini sangatlah mengherankan," ujar Guha, seraya memperingatkan bahwa keputusan tersebut dapat berdampak terhadap kredibilitas institusi dan reputasi intelektual Newcastle University.
Sementara itu, Prof. Matt Perry, ketua cabang University and College Union di Newcastle University, mengatakan sejumlah staf telah menyampaikan keberatan terhadap penunjukan tersebut dengan alasan lingkungan.
Prof. Lyla Mehta dari Institute of Development Studies, University of Sussex, juga mengingatkan mengenai potensi pengaruh pendanaan dari kalangan miliarder dan perusahaan terhadap dunia akademik, terutama ketika pendanaan publik untuk universitas mengalami penurunan.
Menurut Mehta, universitas semestinya menjadi ruang untuk mempertanyakan kekuasaan dan meminta pertanggungjawaban perusahaan, bukan memberikan legitimasi akademis kepada mereka.
(hsy/hsy) [Gambas:Video CNBC]