In This Economy, Polisi Cari Tambahan Penghasilan Jadi Ojol

Fergi Nadira,  CNBC Indonesia
25 September 2026 10:15
Potret salah satu warga menjalani dua Profesi. (Tagkapan Layar Thread/Purwaberlian)
Foto: Potret salah satu warga menjalani dua Profesi. (Tagkapan Layar Thread/Purwaberlian)

Jakarta, CNBC Indonesia - Di tengah himpitan ekonomi, banyak orang terpaksa mencari sumber penghasilan lain di samping pekerjaan utama. Ketika pendapatan dari pekerjaan utama tidak sebanding dengan kebutuhan hidup, side job menjadi cara paling praktis untuk menambah pemasukan.

Fenomena itu ramai dibagikan warganet di media sosial Threads dengan ungkapan "in this economy".

Ungkapan "in this economy" sendiri secara harfiah berarti "dalam kondisi ekonomi seperti sekarang". Di media sosial, istilah tersebut kerap digunakan untuk menggambarkan keputusan seseorang yang berkaitan dengan tekanan biaya hidup dan kondisi keuangan.

Salah satu cerita yang menarik perhatian datang dari pemilik akun Threads @purwaberl***. Dalam unggahannya, ia memperlihatkan dua sisi pekerjaannya. Pekerjaan utamanya adalah anggota kepolisian, tetapi dia juga mencari tambahan penghasilan sebagai pengemudi ojek online alias ojol.

"In this economy, lepas piket langsung meluncur cari rupiah ke jalanan," tulisnya di Threads dengan foto berseragam polisi dan seragam ojol, dikutip Kamis (24/9/2026).

Ia menerima jasa mengantar penumpang, barang hingga makanan. Ia juga menegaskan pekerjaan tersebut benar-benar dijalankannya sebagai pekerjaan sampingan. "Saya pure OJOL bukan INTEL ya," tulisnya.

Jasa ojol tersebut dijalankan setelah pekerjaan utamanya selesai. Pada Senin hingga Jumat, ia menerima pesanan mulai pukul 16.00 hingga 24.00. Sementara pada Sabtu dan Minggu ketika sedang libur, ia bisa bekerja sejak pukul 08.00 hingga tengah malam.

PNS hingga Perawat Ikut Cari Tambahan

Unggahan tersebut kemudian menjadi tempat warganet berbagi cerita mengenai pekerjaan sampingan masing-masing.

Seorang warganet mengaku bekerja kantoran sebagai pekerjaan utama, tetapi menghabiskan Sabtu dan Minggu dengan menjadi fotografer dan videografer. Cerita lain datang dari seorang asisten dokter gigi yang mengambil pekerjaan sebagai host live streaming pada malam hari.

"Siang jadi asisten drg. Malam jadi host live streaming. Berangkat pagi pulang pagi terus sambung kerja lagi. In this economy, semua kerjaan diembat asal ada duitnya," tulis akun @dearlis***.

"Sama bang, Senin-Jumat kerja PNS. Sabtu-Minggu ngejob jadi fotografer," tulis @pira***.

Pengalaman serupa dibagikan oleh seorang perawat yang masih menjalankan beberapa usaha sampingan dengan berjualan buah, minuman, hingga tahu kocek. Sementara seorang petugas pemadam kebakaran mengungkap pekerjaan sampingannya sebagai sopir truk.

Tak hanya itu, ada pula polisi yang mengambil pekerjaan tambahan sebagai graphic designer. Seorang dosen membagikan kesehariannya mengajar di kampus sekaligus bekerja di bengkel las.

Cerita lainnya datang dari seorang guru SMA negeri. Ketika tidak memiliki jadwal mengajar atau setelah selesai mengajar, ia menjadi kreator konten makanan sekaligus menjalankan beberapa bisnis kuliner.

Bahkan ada warganet yang menjalani tiga aktivitas ekonomi sekaligus dalam sehari. Pada pagi hari ia bekerja sebagai tenaga penjualan pelumas mesin industri, siang mengurus usaha ekspor kayu milik orang tua, dan malam berjualan makanan.

"Pagi: jadi sales pelumas mesin industri. Siang: ngurus eksporan kayu punya ortu. Malam: jualan lamongan & seafood. Semangat bang, apapun trabas aja, walaupun kadang capek tetap gas," tulis @amarwaf***.

(hsy/hsy) [Gambas:Video CNBC]
Next Article 20 Negara Terbaik untuk Hidup dan Tinggal di 2026, Malaysia Nomor 3


Most Popular
Features