Viral! Pria Ramai-Ramai Minum Oli di Masjid, Diklaim untuk Stamina
Jakarta, CNBC Indonesia - Aksi sejumlah pria di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), yang meminum oli secara bergiliran dengan alasan meningkatkan stamina menjadi sorotan setelah videonya viral di media sosial.
Dalam video tersebut, beberapa pria terlihat meminum oli di dalam sebuah masjid. Mereka mengonsumsi pelumas kendaraan secara bergantian, bahkan salah satu pria mengklaim cairan tersebut mampu membuat tubuhnya lebih kuat.
"Minum ini jadi kuat. Yang tidak pernah push up seperti saya sekali minum ini (oli) sudah bisa 5 kali push up," ujar salah satu pria dalam video tersebut.
Sejumlah pria meminum pelumas kendaraan demi tingkatkan stamina. (Tangkapan Layar Tiktok/agusbudiman998 via Detikcom)Â |
Aksi itupun mendapat perhatian dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Selatan. MUI menegaskan bahwa mengonsumsi oli hukumnya haram karena bahan tersebut bukan diperuntukkan sebagai minuman manusia.
Sekretaris MUI Sulsel, Prof Muammar Bakry, menyampaikan bahwa oli merupakan bahan khusus kendaraan yang berpotensi membahayakan kesehatan jika dikonsumsi.
"Oli itu bukan minuman manusia dan dipastikan ada pengaruh dalam kesehatan, itu hukumnya haram. Artinya, minum oli itu haram karena bukan minuman," kata Muammar dalam keterangannya, dikutip dari detikcom (25/9/2026).
MUI Ingatkan Bahaya Oli
Muammar juga mengingatkan agar aksi tersebut tidak dianggap sebagai sesuatu yang wajar hanya karena menjadi tontonan viral. Menurutnya, klaim bahwa meminum oli dapat meningkatkan stamina berisiko menyesatkan masyarakat apabila dipercaya dan dipraktikkan orang lain.
"Karena viral jangan sampai ini menjadi pembelajaran yang jelek bahwa minum oli itu boleh," tegasnya.
"Apalagi, kalau misalnya dianggap bisa meningkatkan stamina dan kalau itu ditonton, kemudian diikuti oleh orang, ini berbahaya," lanjut Muammar.
Rektor Universitas Islam Makassar (UIM) Al-Gazali itu turut menyoroti penampilan sejumlah pria dalam video. Beberapa di antaranya terlihat mengenakan pakaian muslim saat melakukan aksi tersebut.
Ia menilai penggunaan atribut keagamaan dalam video itu berpotensi menimbulkan persepsi keliru seolah-olah tindakan tersebut dibenarkan dalam ajaran Islam.
"Pakaian itu, penampilannya bahwa Islam membolehkan, saya kira itu perbuatan yang sangat tidak etis dan tidak manusiawi. Tidak patut untuk dijadikan sebagai tontonan. Karena, dikhawatirkan bisa diikuti oleh orang lain, di situ masalahnya," jelasnya.
Muammar menekankan bahwa tindakan yang berpotensi membahayakan kesehatan dan dapat ditiru masyarakat seharusnya tidak dijadikan bahan hiburan maupun tontonan di media sosial.
(hsy/hsy) [Gambas:Video CNBC]