BGN Pecat Pegawai SPPG yang Diduga Ejek Korban Keracunan MBG

Tim Redaksi,  CNBC Indonesia
22 September 2026 16:50
(Instagram/gibran_rakabuming)
Foto: (Instagram/gibran_rakabuming)

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil tindakan tegas terhadap seorang pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), yang diduga mengejek korban keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pegawai tersebut kini telah diberhentikan.

Koordinator Regional BGN DIY Wirandita Gagat Widyatmoko mengatakan, pihaknya menyayangkan pernyataan yang dilontarkan pegawai tersebut. BGN kemudian melakukan penanganan sesuai ketentuan yang berlaku.

"Kami menyayangkan adanya pernyataan tersebut. Setelah dilakukan penanganan sesuai ketentuan, yang bersangkutan telah diberhentikan," kata Gagat dalam keterangannya, dikutip dari detikJogja, Selasa (22/9/2026).

Menurut Gagat, kejadian tersebut harus menjadi pelajaran bagi seluruh pekerja yang terlibat dalam pelaksanaan program MBG. Pekerja tidak hanya dituntut memiliki kemampuan teknis, tetapi juga menjaga etika serta memiliki empati dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.

"Jangan sampai satu perilaku menghapus kerja baik banyak orang. Mari kita jadikan ini pelajaran. Bekerja dengan benar, berkomunikasi dengan baik, dan tetap memiliki empati. Kita hadir untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat, bukan untuk merendahkan pihak lain," ujarnya.

Kasus ini berkaitan dengan korban keracunan MBG asal Karo yang sebelumnya sempat ramai menjadi perhatian setelah diduga mengalami hilang ingatan. Korban kemudian mendapatkan penanganan intensif di Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta. Berdasarkan pemeriksaan tim dokter, pasien disebut tidak mengalami gangguan fungsi otak.

Pemeriksaan dilakukan melalui sejumlah tahapan, mulai dari wawancara dengan pasien dan keluarga, mempelajari riwayat serta data perawatan sebelumnya, pemeriksaan fisik dan neurologis, hingga elektroensefalografi (EEG).

Gibran Ikut Buka Suara

Dugaan ejekan terhadap korban tersebut juga mendapat perhatian Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Gibran menyayangkan pernyataan yang diduga disampaikan oleh pegawai SPPG tersebut.

Menurut Gibran, ruang publik seharusnya menjadi tempat yang aman dan ramah bagi semua orang, termasuk anak-anak.

"Perkataan oknum SPPG ini sangat disayangkan. Mari kita bersama menjaga ruang publik yang aman dan ramah bagi semua. Jangan sampai anak-anak justru menjadi korban perundungan," tulis Gibran melalui akun Instagram pribadinya.

(hsy/hsy) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Wapres Gibran Unggah Konten Pegawai SPPG Hina Korban Keracunan MBG


Most Popular
Features