Pulau Surga IniUsir Turis Kere Backpacker demi Wisman Premium
Jakarta, CNBC Indonesia - Pulau Mallorca di Spanyol, yang selama ini dikenal sebagai destinasi wisata murah favorit turis asal Inggris dan Jerman, kini mengubah strategi pariwisatanya. Alih-alih mengejar jumlah kunjungan sebanyak-banyaknya, pulau dengan populasi sekitar satu juta jiwa ini mulai membidik wisatawan kelas atas, khususnya dari Amerika Serikat (AS), di tengah gelombang protes warga lokal terhadap overtourism.
Tahun ini, Mallorca diperkirakan akan kedatangan sekitar 14 juta turis, yang datang lewat kapal pesiar besar, penerbangan maskapai berbiaya murah, hingga bus-bus paket wisata. Pada puncak musim panas, populasi harian di pulau tersebut bahkan bisa melonjak hingga 50%. Lonjakan wisatawan ini membuat infrastruktur kewalahan, mulai dari kemacetan, krisis air bersih, hingga kelangkaan hunian terjangkau bagi warga lokal.
Menurut laporan Wall Street Journal (WSJ), sejumlah warga di pinggiran ibu kota Palma bahkan kini tinggal di kompleks camper van karena tak lagi mampu membayar sewa apartemen.
Direktur Pengelola Badan Pariwisata Palma, Pedro Homar, mengatakan perubahan model pariwisata ini mengutamakan kualitas ketimbang kuantitas, dengan target lebih sedikit turis namun berbelanja lebih banyak.
Mallorca mulai bertransformasi dari kawasan agraria yang tenang menjadi destinasi wisata massal sejak era diktator Spanyol, Francisco Franco, pada dekade 1950-1960-an, yang saat itu memanfaatkan pariwisata asing untuk memperbaiki citra rezimnya di mata internasional. Paket wisata murah dari agen-agen Inggris dan Jerman kemudian membuka pulau ini bagi ribuan wisatawan Eropa.
Reputasi Mallorca sebagai destinasi pesta murah lama menjadi keluhan warga lokal, yang kerap mengeluhkan kemabukan di tempat umum, ketelanjangan, hingga penyalahgunaan narkoba. Namun, ketergantungan ekonomi pulau pada sektor pariwisata membuat perubahan sulit dilakukan. Berdasarkan data lembaga nirlaba pariwisata Exceltur, sektor ini menyumbang hampir separuh aktivitas ekonomi di Kepulauan Balearic, tempat Mallorca berada.
Kantong Tebal Turis Amerika
Data pemerintah setempat menunjukkan turis asal AS mengeluarkan belanja rata-rata sekitar 410 dolar AS per hari sepanjang Juli, jauh di atas turis Jerman (240 dolar AS) maupun Inggris (260 dolar AS).
Sejumlah otoritas lokal di pulau tersebut telah menerapkan denda bagi perilaku mabuk-mabukan, melarang party boat, serta membatasi konsumsi minuman di hotel all-inclusive hingga maksimal enam gelas per hari. Meski turis Jerman dan Inggris masih mendominasi sekitar separuh total kunjungan, jumlah wisatawan asal AS tercatat melonjak 60% sepanjang tahun ini hingga Juni. Maskapai United Airlines pun telah menambah penerbangan langsung dari hub Newark, New Jersey, menuju Mallorca, sejalan dengan menjamurnya hotel butik yang menyasar segmen wisatawan Amerika, termasuk pembukaan hotel Mandarin Oriental tahun ini.
Meski strategi menyasar turis kaya mulai membuahkan hasil, kemarahan warga lokal belum sepenuhnya reda. Sejumlah warga menilai akar masalahnya bukan pada jenis turis, melainkan jumlah totalnya.
Seorang pekerja toko roti berusia 23 tahun, Stella Arbona, mengeluhkan ruang bagi warga lokal yang kian menyempit akibat dominasi turis di berbagai sudut pulau.
Salah satu politisi lokal sempat mengusulkan pembatasan kedatangan turis di Kepulauan Balearic pada level tahun 2023, namun para pemimpin daerah memilih menempuh langkah lain seperti membatasi kedatangan kapal pesiar dan pembangunan hotel baru. Ribuan rumah dan vila yang beralih fungsi menjadi akomodasi sewa jangka pendek seperti Airbnb, ditambah maraknya pasar gelap sewa apartemen ilegal, turut memperparah keterbatasan pasokan hunian bagi warga lokal. Pemerintah kini memperketat pengawasan sekaligus mempercepat pembangunan hunian bersubsidi, meski prosesnya disebut masih membutuhkan waktu.
Wali Kota Calvià , kota terbesar kedua di Mallorca, Juan Antonio Amengual, menyebut masalah ini sudah berlangsung bertahun-tahun sehingga penyelesaiannya pun kemungkinan membutuhkan waktu yang sama panjangnya.
(fsd/fsd) [Gambas:Video CNBC]