4 Tanda Ginjal Rusak Bisa Terlihat Jelas Saat Buang Air Kecil

Redaksi,  CNBC Indonesia
06 September 2026 10:45
Foto diambil pada 1 Juni 2023 dan dirilis oleh Angkatan Darat Sri Lanka pada 14 Juni 2023 menunjukkan seorang petugas medis militer mengukur batu ginjal yang dikeluarkan dari seorang pensiunan tentara yang beratnya 801 gram (28,25 ons) dan berukuran
Foto: Foto diambil pada 1 Juni 2023 dan dirilis oleh Angkatan Darat Sri Lanka pada 14 Juni 2023 menunjukkan seorang petugas medis militer mengukur batu ginjal yang dikeluarkan dari seorang pensiunan tentara yang beratnya 801 gram (28,25 ons) dan berukuran 13,37 sentimeter (5,26 inci). (AFP/-)

Jakarta, CNBC Indonesia - Ginjal memegang peranan krusial sebagai organ penyaring utama yang menjaga keseimbangan cairan, elektrolit, dan zat kimia di dalam tubuh. Lewat fungsi filtrasinya, organ vital ini secara aktif membersihkan sisa metabolisme serta racun dari dalam darah untuk kemudian dibuang melalui urine.

Namun, ketika kinerja organ ini mulai mengalami penurunan, ginjal tidak lagi mampu menyaring racun secara efektif. Akibatnya, toksin akan terus menumpuk di dalam tubuh dan memicu kondisi yang membahayakan keselamatan jiwa.

Di Indonesia sendiri, tren kasus gangguan ginjal menunjukkan kurva peningkatan yang cukup mengkhawatirkan. Data tahun 2024 mencatat lebih dari 1,5 juta orang menderita gagal ginjal sepanjang 2023, dengan beban anggaran pembiayaan kesehatan nasional menembus angka Rp2,92 triliun.

Kabar baiknya, gangguan pada fungsi ginjal sejatinya dapat dideteksi lebih dini melalui perubahan fisik pada air kencing atau urine yang dikeluarkan. Secara normal, warna urine yang sehat berkisar antara kuning pucat hingga kuning tua, bergantung pada tingkat hidrasi tubuh.

Berikut adalah empat tanda pada urine yang patut diwaspadai sebagai indikasi awal masalah ginjal:

1. Air Kencing Berbusa Urine yang tampak berbusa atau bergelembung-mirip dengan bubusa pada bir-dan tidak kunjung hilang meskipun sudah disiram, patut dicurigai sebagai indikasi gangguan serius pada ginjal. Mengutip American Kidney Funds, kondisi ini kerap menandakan terjadinya proteinuria, yakni kebocoran protein dalam urine. Ketika saringan ginjal (glomeruli) mengalami kerusakan, protein yang seharusnya dipertahankan di dalam aliran darah justru lolos dan bocor ke dalam saluran pembuangan kencing.

2. Perubahan Warna Urine Warna air kencing yang berubah menjadi merah, merah muda (pink), atau kecokelatan sering kali mengindikasikan hematuria atau adanya kandungan darah di dalam urine. Kondisi ini biasanya menandakan kerusakan pada sistem filter ginjal, atau dipicu oleh adanya batu ginjal, infeksi, hingga penyakit ginjal kronis. Selain itu, urine yang tampak keruh bisa menjadi sinyal infeksi, sementara urine berwarna sangat gelap seperti teh atau kopi pekat menunjukkan adanya disfungsi ginjal parah akibat penumpukan limbah berlebih.

3. Perubahan Frekuensi Buang Air Kecil Salah satu gejala klinis yang paling sering dijumpai pada kasus gagal ginjal akut adalah penurunan drastis volume buang air kecil (jauh di bawah normal). Hal ini terjadi karena ginjal kehilangan kemampuan untuk menyaring dan mengeluarkan cairan dari dalam tubuh. Di samping itu, kebiasaan sering terbangun di malam hari untuk buang air kecil (nokturia) juga kerap menjadi tanda awal kerusakan ginjal. Pada stadium lanjut atau gagal ginjal total, produksi urine bahkan bisa berhenti sama sekali (anuria).

4. Aroma Urine yang Menyengat Bau urine yang terasa sangat tajam, menyengat, dan tidak biasa dapat muncul ketika zat-zat racun sudah telanjur menumpuk di dalam tubuh akibat kegagalan fungsi ekskresi. Kondisi medis akumulasi racun dalam darah ini dikenal dengan istilah uremia.

(fab/fab) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Minum Kopi Tiap Hari, Ini Bahayanya Bagi Ginjal


Most Popular
Features