Adidas Dikecam usai Tampilkan Eks Tentara Israel di Iklan Sepatu

Fergi Nadira,  CNBC Indonesia
04 September 2026 10:15
Adidas. (REUTERS/Kylie Cooper)
Foto: Adidas. (REUTERS/Kylie Cooper)

Jakarta, CNBC Indonesia - Adidas menuai kecaman setelah menampilkan mantan tentara Israel, Shalev Biton, dalam iklan sepatu terbarunya di Israel. Biton menjadi salah satu wajah dalam kampanye Single-Shoe Service, sebuah program yang memungkinkan penyandang amputasi kaki membeli hanya satu sepatu dengan harga 50% dari harga sepasang.

Melansir Roya News, Biton merupakan mantan tentara Israel yang kehilangan salah satu kakinya dan disebut terlibat dalam operasi militer Israel di Gaza pada 2021. Dalam unggahan di akun Instagram pribadinya pada 26 Agustus, Biton menceritakan pengalamannya sebagai pengguna kaki prostetik.

Ia mengaku sejak kembali berlari, dirinya harus membeli sepasang sepatu meski pada praktiknya hanya menggunakan satu.

"Sejak saya mulai berlari, setiap kali membeli sepatu lari, saya membeli sepasang meskipun sebenarnya hanya menggunakan satu sepatu," tulis Biton dalam bahasa Ibrani mengutip Roya News, Jumat (4/9/2026).

Ia kemudian memperkenalkan program Adidas yang menurutnya memiliki arti khusus bagi penyandang amputasi.

"Hari ini saya sangat senang menceritakan bahwa Adidas Israel mewujudkan impian tersebut, Single Shoe Service, layanan yang memungkinkan pembelian satu sepatu lari hanya dengan 50% dari harga sepasang," tulisnya.

"Sekarang yang tersisa hanyalah berlari," tambah Biton.

Namun, pemilihan Biton sebagai wajah kampanye tersebut memicu kritik dari aktivis hak asasi manusia dan kelompok pro-Palestina. Mereka mempertanyakan keputusan Adidas menggunakan mantan tentara Israel dalam kampanye yang mengangkat isu amputasi dan inklusivitas.

"Apakah kalian melakukan hal yang sama untuk warga Palestina yang kehilangan anggota tubuh?" tulis salah seorang pengguna media sosial.

Pengguna lainnya mempertanyakan nasib warga Gaza yang mengalami amputasi akibat perang.

"Mungkin Adidas seharusnya memberikan sepatu lainnya kepada anak-anak Gaza," tulis pengguna tersebut.

Kontroversi ini menambah daftar polemik Adidas terkait konflik Israel-Palestina. Pada pertengahan 2024, perusahaan tersebut juga menghadapi kritik setelah mengeluarkan model keturunan Palestina-Amerika, Bella Hadid, dari kampanye sepatu retro SL72.

Kala itu, kampanye tersebut menjadi sorotan karena SL72 pertama kali diluncurkan untuk Olimpiade Munich 1972. Adidas kemudian merevisi kampanye setelah mendapat kritik dari Israel terkait keterlibatan Hadid, yang selama ini dikenal vokal menyuarakan dukungan terhadap Palestina.

(hsy/hsy) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Trump Banjir Kritik usai Unggah Foto AI Jadi Elvis Presley, Fans Murka


Most Popular
Features