Antisipasi Suhu Panas, Singapura Mau Bangun 300 Pusat Pendingin
Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Singapura menyiapkan lebih dari 300 pusat pendingin (cooling centres) di berbagai wilayah sebagai bagian dari rencana nasional menghadapi gelombang panas. Fasilitas tersebut akan dibuka apabila kondisi cuaca memenuhi kriteria gelombang panas yang telah ditetapkan pemerintah.
Melansir Strait Times, pusat-pusat pendingin itu akan dilengkapi AC dan tempat duduk. Lokasinya mencakup pusat komunitas, sejumlah pusat Komite Warga (Residents' Committee) dan Jaringan Warga (Residents' Network), serta beberapa gelanggang olahraga dalam ruangan.
Direktur Divisi Kebijakan Energi dan Iklim Kementerian Keberlanjutan dan Lingkungan Hidup Singapura (MSE), Calvin Chong, mengatakan lokasi pusat pendingin akan diumumkan ketika rencana respons gelombang panas resmi diaktifkan.
"Masyarakat akan diberi peringatan mengenai gelombang panas yang akan datang setidaknya empat hari sebelumnya melalui aplikasi cuaca nasional myENV," kata Chong dalam wawancara dengan The Straits Times dan Lianhe Zaobao.
Menurut Chong, kelompok rentan akan menjadi prioritas apabila kapasitas pusat pendingin mendekati batas maksimum. Kelompok tersebut antara lain masyarakat lanjut usia dan masyarakat yang membutuhkan perhatian khusus terhadap paparan suhu panas.
Ancaman Suhu Panas Meningkat
Singapura kini menghadapi kombinasi kondisi cuaca yang dapat meningkatkan suhu secara signifikan. Musim monsun barat daya yang cenderung kering berlangsung bersamaan dengan fenomena El Niño, yang membawa kondisi lebih panas dan kering ke kawasan tersebut.
Di Singapura, status gelombang panas ditetapkan apabila suhu maksimum harian rata-rata mencapai setidaknya 35 derajat Celsius selama tiga hari berturut-turut, sementara suhu rata-rata harian mencapai sedikitnya 29 derajat Celsius.
Para ilmuwan memperingatkan bahwa El Niño saat ini berpotensi berkembang menjadi fenomena yang sangat kuat, yang oleh sebagian ilmuwan disebut sebagai peristiwa "Godzilla". NEA juga mengingatkan bahwa suhu ekstrem dapat terjadi ketika El Niño mulai melemah, yang diperkirakan berpotensi berlangsung antara Maret dan Mei 2027.
(hsy/hsy) [Gambas:Video CNBC]