Asam Urat Jangan Diabaikan, Dokter Sebut Bisa Picu Sakit Jantung
Jakarta, CNBC Indonesia - Asam urat atau gout selama ini identik dengan serangan nyeri dan pembengkakan pada persendian. Namun, orang yang mengalami penyakit ini juga perlu memperhatikan risiko penyakit jantung.
Sejumlah penelitian menunjukkan penderita asam urat memiliki risiko lebih tinggi mengalami penyakit jantung, termasuk penyakit arteri koroner, gagal jantung, hingga aritmia atau gangguan irama jantung.
Mengutip Harvard Health Publishing, kaitan antara asam urat dan penyakit jantung memang cukup kompleks dan belum sepenuhnya dipahami. Namun, terdapat sejumlah penjelasan yang dinilai masuk akal, salah satunya karena kedua penyakit tersebut memiliki beberapa faktor risiko yang sama.
"Ketika berbicara tentang langkah yang bisa dilakukan, terutama faktor gaya hidup seperti pola makan, apa yang baik untuk gout juga baik untuk jantung Anda," kata Dr. Robert Shmerling, editor senior Harvard Health Publishing dan mantan kepala klinis Divisi Reumatologi Beth Israel Deaconess Medical Center, dikutip Senin (17/8/2026).
Apa Itu Gout atau Asam Urat?
Gout terjadi ketika terlalu banyak asam urat menumpuk di dalam aliran darah. Dalam kondisi normal, tubuh dapat membuang zat sisa tersebut secara efisien, terutama melalui urine.
Namun, pada penderita gout, tubuh menghasilkan terlalu banyak asam urat atau tidak mampu membuangnya dalam jumlah yang cukup. Dalam beberapa kasus, kedua kondisi tersebut dapat terjadi secara bersamaan.
Akibatnya, asam urat menumpuk di dalam darah dan jaringan tubuh. Sesekali, zat tersebut membentuk kristal berbentuk seperti jarum di dalam sendi.
Sistem kekebalan tubuh kemudian bereaksi terhadap kristal tersebut sehingga menyebabkan nyeri dan pembengkakan sendi yang dikenal sebagai serangan gout.
Mengapa Asam Urat Berkaitan dengan Penyakit Jantung?
Penyebab pasti gout sendiri belum sepenuhnya diketahui. Faktor genetik diperkirakan turut memainkan peran, tetapi sejumlah kondisi kesehatan juga dapat meningkatkan risikonya.
Shmerling mengatakan, beberapa kondisi yang dapat meningkatkan kadar asam urat dan membuat seseorang lebih rentan mengalami gout ternyata juga merupakan faktor risiko penyakit jantung. Sebagian besar penderita gout setidaknya memiliki satu dari beberapa kondisi tersebut, yakni obesitas, diabetes, atau tekanan darah tinggi.
"Beberapa kondisi dapat meningkatkan kadar asam urat dan membuat Anda berpotensi mengalami gout, dan sebagian di antaranya juga merupakan faktor risiko penyakit jantung," kata Shmerling.
Artinya, hubungan antara gout dan penyakit kardiovaskular tidak berdiri sendiri. Faktor metabolik yang menyertai seseorang dengan asam urat tinggi dapat turut berkontribusi terhadap kesehatan jantungnya.
Temuan ini menjadi alasan penderita gout tidak hanya perlu berfokus pada penanganan nyeri sendi. Pengobatan tepat waktu dan perubahan gaya hidup juga penting untuk membantu melindungi persendian sekaligus menjaga kesehatan jantung.
Pola hidup yang mendukung pengendalian gout, terutama menjaga berat badan, memperhatikan pola makan, serta mengendalikan tekanan darah dan diabetes, pada saat yang sama dapat memberikan manfaat bagi kesehatan kardiovaskular.
(hsy/hsy) [Gambas:Video CNBC]