Mudah Diamati, Begini Perbedaan Muka 'Orang Have' Menurut Studi

Tim Redaksi,  CNBC Indonesia
19 August 2026 10:05
Jeff Bezos memberi isyarat saat meninggalkan hotel Aman Venice, menjelang pernikahan mereka yang diharapkan, di Venesia, Italia, 25 Juni 2025. (REUTERS/Guglielmo Mangiapane)
Foto: Jeff Bezos, salah satu orang terkaya di dunia (REUTERS/Guglielmo Mangiapane)

Jakarta, CNBC Indonesia - Ada banyak istilah gaul baru yang dipopulerkan Gen Z di media sosial, salah satunya adalah 'orang have' yang memiliki arti 'orang ada' alias orang berharta atau orang kaya, sementara 'orang enough' bermakna orang yang hidup pas-pasan. 

Menariknya, ada sebuah studi yang meneliti perbedaan wajah 'orang have' dan 'orang enough.'

Sebuah studi menemukan bahwa tingkat kekayaan dan status sosial seseorang dapat tercermin dari wajah. Penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Personality and Social Psychology itu menyebut ekspresi yang terbentuk sepanjang hidup bisa memengaruhi cara orang lain menilai seseorang.

Peneliti R-Thora Bjornsdottir mengungkapkan, perbedaan kelas sosial ternyata dapat terbaca dari wajah seseorang, bahkan ketika mereka tidak sedang menunjukkan ekspresi tertentu.

"Hubungan antara kekayaan dan kelas sosial sudah sering diteliti, tapi penelitian ini menunjukkan bahwa perbedaan tersebut dapat terlihat dari wajah," ujarnya, dikutip dari CNBC Make It.

Wajah 'Orang Have' Lebih Relaks
Penelitian itu menemukan, orang dengan kondisi finansial lebih stabil biasanya memiliki tingkat stres yang lebih rendah, dan karenanya cenderung memiliki raut wajah yang lebih relaks. Hal ini tercermin dalam pola ekspresi wajah yang terbentuk dari waktu ke waktu. Sebaliknya, mereka yang harus berjuang memenuhi kebutuhan dasar cenderung menyimpan ketegangan emosional yang bisa terbaca secara halus.
Dalam studi tersebut, peneliti menggunakan 160 foto hitam putih dengan ekspresi netral yang terdiri dari 80 pria dan 80 perempuan, setengah dari kelas sosial atas, separuh lainnya dari kalangan pekerja. Ketika foto itu ditunjukkan ke responden, mereka diminta menebak status sosial masing-masing subjek.

Hasilnya mengejutkan. Sebanyak 68 persen tebakan tepat, jauh lebih tinggi dari peluang acak. Respons juga tetap akurat meskipun foto dipersempit hanya pada bagian mata atau mulut, dan banyak responden tidak sadar bagaimana mereka bisa membaca perbedaan tersebut.

Nicholas O. Rule, salah satu peneliti, menjelaskan, wajah manusia menyimpan pola emosi yang terbentuk sepanjang hidup. Kontraksi otot tertentu yang sering terjadi, misalnya karena stres atau kebahagiaan yang berulang, dapat membentuk garis dan struktur halus pada wajah.

"Persepsi kelas sosial berbasis wajah mungkin memiliki konsekuensi hilir yang penting. Orang-orang berbicara tentang siklus kemiskinan dan ini berpotensi menjadi salah satu penyebabnya," kata Rule.

Meski demikian, fakta bahwa kebanyakan orang bisa menebak status sosial seseorang hanya dari wajahnya bisa membawa konsekuensi negatif, terutama terkait bias dan penilaian. Misalnya, orang yang memiliki 'wajah kaya' sering kali mendapat perlakuan yang lebih baik dari orang.

"Persepsi berbasis wajah tentang kelas sosial mungkin memiliki konsekuensi yang penting. Kita tahu ada yang disebut siklus kemiskinan dan ini berpotensi menjadi salah satu kontributornya," kata Rule.

(hsy/hsy) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Studi: Pria Insecure Anggap Penting Punya Penis Besar


Most Popular
Features