Usai Diboikot BTS, Grammy Tinjau Ulang Kategori Asia Pop

Fergi Nadira,  CNBC Indonesia
18 August 2026 09:50
BTS menampilkan "Butter" di Grammy Awards Tahunan ke-64 pada hari Minggu, 3 April 2022, di Las Vegas. (Foto AP/Chris Pizzello)
Foto: BTS menampilkan "Butter" di Grammy Awards Tahunan ke-64 pada hari Minggu, 3 April 2022, di Las Vegas. (Foto AP/Chris Pizzello)

Jakarta, CNBC Indonesia - Recording Academy akan meninjau ulang keputusannya membentuk kategori baru Best Asian Pop Music Performance di Grammy Awards. Langkah ini dilakukan setelah kategori tersebut menuai kontroversi, yang semakin mencuat setelah BTS memutuskan memboikot Grammy Awards 2027.

Melansir The Korea Herald, Selasa (18/8/2026), Recording Academy menyatakan pada Jumat lalu bahwa pihaknya akan kembali mengevaluasi keputusan yang dibuat pada Juni tersebut. Peninjauan ini membuka kemungkinan adanya perubahan terhadap kategori Best Asian Pop Music Performance.

Namun, hingga kini Recording Academy belum menghapus kategori tersebut ataupun mengumumkan perubahan pada kriteria penilaiannya. Langkah Recording Academy dilakukan setelah sekitar dua pekan berdiskusi dengan perwakilan berbagai komunitas musik, termasuk K-pop, J-pop, C-pop, dan musik India.

Mengutip laporan Billboard, musisi, label rekaman, dan manajer ikut terlibat dalam pembicaraan tersebut. Perwakilan Hybe, perusahaan induk agensi BTS Big Hit Music, juga berpartisipasi.

Recording Academy kini akan melibatkan seluruh anggota dewan serta Awards & Nominations Committee untuk berkonsultasi lebih lanjut dengan para perwakilan industri musik tersebut. Tujuannya, menurut Recording Academy, adalah untuk "menghormati musik secara tepat dan akurat dalam siklus penghargaan pertama ini serta menentukan cara terbaik untuk menghormati musik ini di masa depan."



BTS Pilih Boikot Grammy 2027

Kontroversi mengenai kategori baru tersebut semakin mendapat sorotan setelah BTS pada 29 Juli 2026 mengumumkan tidak akan mengirimkan karya mereka untuk dipertimbangkan di Grammy Awards 2027. Saat mengumumkan keputusan tersebut, BTS menyampaikan harapannya agar musik tidak dinilai berdasarkan batas geografis maupun bahasa.

"Kami berharap musik dapat didengar dan diterima sebagaimana adanya, melampaui wilayah atau bahasa," demikian pernyataan BTS.

CEO Recording Academy Harvey Mason Jr. kemudian merespons keputusan tersebut pada hari yang sama. Ia mengaku sedih dengan sikap BTS, tetapi memahami dan menghormati keputusan grup tersebut.

Mason sebelumnya mempertahankan pembentukan kategori Best Asian Pop Music Performance sebagai upaya "merayakan kedalaman, keberagaman, dan pertumbuhan luar biasa dari karya musik pop yang berasal dari Asia."

Ia juga menegaskan artis yang mendaftarkan karya dalam kategori tersebut tetap dapat bersaing dalam kategori utama atau General Field Grammy.

Bisakah Kategori Asia Pop Dihapus?

Meski Recording Academy kini melakukan peninjauan, perubahan besar terhadap kategori tersebut dinilai sulit dilakukan dalam waktu dekat. Pasalnya, periode pendaftaran karya Grammy yang dimulai sejak awal Juli akan berakhir pada Jumat pekan ini.

Kritikus musik Lim Hee-yun mengatakan sejumlah musisi dari negara-negara Asia kemungkinan sudah mendaftarkan karya mereka untuk kategori Best Asian Pop Music Performance.

"Artis dari negara-negara Asia lainnya kemungkinan sudah mengirimkan karya mereka untuk kategori tersebut," kata Lim.

"Mengubah kriteria penjurian, atau menghapus kategori tersebut sama sekali, hanya beberapa hari sebelum tenggat pendaftaran, tidak masuk akal," lanjutnya.

Seorang sumber industri musik juga meragukan Recording Academy dapat menghasilkan perubahan besar hanya dalam hitungan hari. Dengan demikian, meski keputusan BTS menjadi salah satu faktor yang memperbesar kontroversi seputar kategori tersebut, belum ada keputusan bahwa Grammy akan menghapus Best Asian Pop Music Performance.

Nasib kategori baru itu kini masih berada dalam tahap pembahasan Recording Academy bersama perwakilan industri musik Asia.

(hsy/hsy) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Bukan Cuma BTS, Ini 8 Musisi yang Pernah Protes Grammy


Most Popular
Features