4 Kebiasaan Malam Hari yang Bisa Tingkatkan Risiko Stroke

Linda Hasibuan,  CNBC Indonesia
12 August 2026 17:25
Ilustrasi menonton tv. (Dok. Pixabay)
Foto: Ilustrasi menonton tv. (Dok. Pixabay)
Daftar Isi

Jakarta, CNBC Indonesia - Risiko penyakit stroke mengintai siapa saja tanpa memandang usia. Di Amerika Serikat, tercatat seseorang mengalami stroke setiap 40 detik. Kondisi ini menjadi salah satu penyebab utama kematian serta disabilitas jangka panjang.

Mengutip Eating Well, meski kebiasaan siang hari seperti mengonsumsi makanan bergizi dan aktif bergerak sangat krusial, rutinitas malam hari setelah pukul 17.00 rupanya memegang peranan yang tak kalah penting dalam menjaga kesehatan pembuluh darah dan jantung.

"Rutinitas malam hari memiliki dampak yang lebih besar terhadap kesehatan jangka panjang daripada yang disadari banyak orang," ungkap ahli gizi terdaftar, Liz Weiss, M.S., RDN.

Menurutnya, kebiasaan buruk yang berulang di malam hari dapat memicu faktor risiko seperti tekanan darah tinggi, kontrol gula darah yang buruk, hingga kenaikan berat badan.

Berikut adalah empat kebiasaan malam hari yang disarankan para ahli gizi untuk dihindari guna menekan risiko stroke:

1. Makanan Tinggi Natrium

Konsumsi natrium berlebih-yang sering ditemukan pada pizza, chiki, dan makanan cepat saji lainnya dapat memicu lonjakan tekanan darah yang merupakan faktor risiko utama stroke. 

2. Konsumsi Alkohol

Kebiasaan minum alkohol di malam hari dapat meningkatkan tekanan darah, memicu peradangan, serta mengganggu kualitas tidur yang berujung pada peningkatan risiko stroke.

3. Camilan dan Minuman Kaya Gula Tambahan

Mengonsumsi makanan atau minuman manis sebelum atau sesudah makan malam dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2, obesitas, dan hipertensi.

4. Duduk Terlalu Lama (Sedentary)

Menghabiskan seluruh malam dengan bersantai di sofa tanpa bergerak dapat membatasi sirkulasi darah dan mengganggu kontrol gula darah.

Aktivitas fisik singkat semacam itu akan memberikan manfaat yang berarti seiring berjalannya waktu dan sering kali lebih mudah untuk dilakukan secara konsisten dibandingkan olahraga intens yang hanya dilakukan sesekali.

(hsy/hsy) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Ahli Gizi Ungkap Teh Terbaik untuk Turunkan Tekanan Darah Tinggi


Most Popular
Features