Sering Dimakan Mentah, 10 Sayuran Ini Lebih Bergizi Setelah Dimasak

Linda Hasibuan,  CNBC Indonesia
12 August 2026 15:40
Pasar Tradisional
Foto: CNBC Indonesia/Muhammad Luthfi Rahman
Daftar Isi

Jakarta, CNBC Indonesia - Selama bertahun-tahun, sayuran mentah menikmati reputasi sebagai "standar emas" dalam pola makan sehat. Dari mangkuk salad yang segar hingga smoothie bowl yang kekinian, sayur dan buah yang dikonsumsi segar kerap dianggap sebagai cara terbaik menyerap nutrisi.

Namun, ilmu gizi modern mengungkap fakta unik: beberapa jenis sayuran justru menjadi jauh lebih bergizi setelah melalui proses memasak.

Secara ilmiah, pemanasan dapat merusak dinding sel tumbuhan yang keras sehingga antioksidan penting lebih mudah diserap oleh tubuh. Selain itu, proses memasak juga efektif mengikis senyawa alami (seperti anti-nutrisi) yang kerap menghambat penyerapan mineral penting seperti zat besi dan kalsium.

Berikut adalah 10 sayuran yang manfaat kesehatannya justru melonjak tajam setelah dipanggang, dikukus, atau ditumis melansir Times of India:

1. Tomat

Tomat mentah memang menyegarkan, tetapi tomat yang dimasak menyimpan kekuatan nutrisi ekstra. Proses pemanasan meningkatkan kadar likopen, yaitu antioksidan kuat pemberi warna merah cerah yang terbukti mendukung kesehatan jantung dan menekan risiko penyakit kronis.

Sup tomat atau saus pasta justru merupakan sumber likopen yang lebih kaya dibandingkan irisan tomat segar.

2. Wortel

Wortel mentah yang renyah kerap jadi lalapan populer, tetapi memasak sayur ini akan melepaskan lebih banyak beta-karoten (zat yang diubah tubuh menjadi vitamin A). Memanggang atau mengukus wortel melembutkan struktur seratnya yang keras, mempermudah tubuh menyerap nutrisi untuk kesehatan mata, kulit bercahaya, dan imunitas.

3. Jamur

Jamur adalah salah satu bahan makanan yang wajib dimasak. Dinding sel jamur yang kokoh baru bisa dipecah dengan bantuan suhu panas, memungkinkan tubuh mengakses senyawa antioksidan dan pendorong daya tahan tubuh secara maksimal.

4. Bayam

Bayam dalam salad memang menggugah selera, tetapi menumisnya sebentar memberikan keuntungan besar. Panas dapat mengurangi oksalat yakni senyawa alami yang mengikat mineral sehingga tubuh sulit menyerap kalsium dan zat besi. Mangkuk bayam tumis ringan justru memberi asupan nutrisi yang lebih siap pakai bagi tubuh.

5. Asparagus

Batang asparagus yang berserat menjadi jauh lebih ramah bagi pencernaan setelah terkena suhu panas yang lembut. Mengukus asparagus dapat melembutkan seratnya sekaligus mempermudah penyerapan antioksidan seperti asam ferulat, tanpa merusak kandungan vitamin di dalamnya.

6. Labu

Warna oranye cerah pada labu menandakan tingginya kandungan beta-karoten. Baik dipanggang dalam oven maupun direbus menjadi sup kental yang menghangatkan, labu matang memudahkan tubuh menyerap antioksidannya secara efisien.

7. Ubi jalar

Ubi jalar hampir selalu dikonsumsi dalam keadaan matang, dan itu adalah langkah yang tepat. Proses memasak melunakkan pati sehingga lebih mudah dicerna, sekaligus mengoptimalkan penyerapan beta-karoten dan serat tinggi di dalamnya.

8. Kale

Dikenal sebagai superfood, kehebatan kale justru makin meroket setelah dipanaskan sebentar. Suhu panas mengurangi goitrogen alami (senyawa yang dapat mengganggu fungsi tiroid jika dikonsumsi berlebihan) serta membantu penyerapan karotenoid secara optimal.

9. Paprika

Meski pemanasan sedikit mengurangi kadar vitamin C, proses memanggang atau menumis paprika secara lembut justru meningkatkan ketersediaan antioksidan penting seperti beta-karoten dan lutein yang sangat baik untuk kesehatan mata.

10. Terong

Terong mengalami transformasi gizi dan rasa yang dramatis setelah dimasak. Memasak terong melembutkan tekstur dagingnya yang kenyal, mengurangi rasa pahit alami, serta mempermudah tubuh menyerap antioksidan dan mineral.

Jangan buang kulit terong yang berwarna ungu gelap! Kulit tersebut kaya akan antioksidan nasunin. Memanggang atau membakar terong dengan sedikit minyak zaitun dan rempah-rempah akan menghasilkan hidangan rendah kalori yang kaya kalium, mangan, dan serat.

Sayuran mentah memang memiliki tempat tersendiri dalam menu harian Anda, namun jangan ragu untuk mengolahnya. Dengan metode memasak yang tepat-seperti mengukus, memanggang, atau menumis dengan sedikit minyak sehat-Anda tidak hanya memanjakan lidah dengan tekstur dan rasa yang kaya, tetapi juga memaksimalkan nilai gizi demi kesehatan tubuh.

(hsy/hsy) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Pulih dari Kanker Payudara, Ini Kisah Pasien Jalani Terapi PET-CT


Most Popular
Features