Para Ibu Merawat, Ini Pentingnya Dokter Anak Siaga 24 Jam di IGD!

Teti Purwanti,  CNBC Indonesia
10 August 2026 18:32
Dok Mayapada Hospital
Foto: Dok Mayapada Hospital

Jakarta, CNBC Indonesia - Demam tinggi pada anak, apalagi di malam hari menjadi mimpi buruk bagi orang tua. Tidak heran, perasaan lega dirasakan oleh Ibu Sandi, setelah buah hatinya yang sempat mengalami demam tinggi selama beberapa hari, berhasil mendapatkan penanganan di Pediatric Emergency Mayapada Hospital Jakarta Selatan (MHJS) bersama Dokter Spesialis Anak yang siaga dan berada di rumah sakit selama 24 jam.

Pasalnya, hal ini memungkinkan sang anak memperoleh penanganan secara cepat dan tepat sesuai kebutuhannya. Menurut keterangan Ibu Sandi, saat itu sang anak mengalami demam tinggi sekitar 41 derajat Celsius dan tidak kunjung mereda selama tiga hari. Khawatir akan kondisinya, ia pun memutuskan membawanya ke rumah sakit agar segera mendapatkan penanganan.

"Sekitar jam 3 pagi, anak saya mendapat penanganan saat mengalami demam tinggi. Saya datang ke IGD Mayapada Hospital Jakarta Selatan (MHJS) diperiksa oleh dokter dan tenaga perawatnya. Untungnya di MHJS ada dokter spesialis anak yang standby 24 jam. Lalu, anak saya, diperiksa darah dan diberikan obat untuk menurunkan demam tingginya itu," ungkapnya, dikutip Senin (10/8/2026).

Selama mendampingi sang anak menjalani perawatan, Ibu Sandi mengaku bersyukur karena anaknya dapat segera memperoleh penanganan dari dokter dan perawat di MHJS.

"Sangat cepat dari proses ditangani pertama, oleh perawat dan dokternya, diberi obat untuk menurunkan suhunya, dan disarankan untuk rawat inap. Sekitar kurang dari satu jam anak saya sudah mendapatkan kamar untuk rawat inapnya," kata Ibu Sandi.

Menanggapi kondisi tersebut, dr. Citra Raditha, dari Mayapada Hospital Jakarta Selatan menjelaskan bahwa demam pada anak pada dasarnya merupakan respons alami tubuh dalam melawan infeksi, baik karena virus maupun bakteri.

"Namun, orang tua perlu waspada apabila suhu tubuh anak mencapai 39 derajat Celsius atau lebih, berlangsung selama berhari-hari, dan disertai gejala lain seperti kejang, penurunan kesadaran, sesak napas, muntah berulang, anak tampak sangat lemas, hingga sulit makan dan minum. Bila gejala tersebut terjadi, segera bawa si kecil ke dokter mengetahui penyebabnya dan mendapatkan penanganan yang sesuai," terang dr. Citra.

Kondisi gawat darurat pada anak memerlukan penanganan medis sesegera mungkin. Untuk mendukung respons yang cepat, Pediatric Emergency Mayapada Hospital Jakarta Selatan (MHJS) didukung Dokter Spesialis Anak yang selalu siaga 24 jam dan berada di rumah sakit, sehingga penanganan dapat diberikan tanpa menunggu dokter datang.

Selain itu, Dokter Spesialis Penyakit Dalam dan Dokter Spesialis Anestesi juga standby di rumah sakit untuk memberikan penanganan lanjutan bila diperlukan. Layanan Pediatric Emergency Mayapada Hospital Jakarta Selatan dapat diakses melalui kontak emergency 150990 atau Emergency Call Button di aplikasi MyCare.

Selain didukung tim medis yang bersiaga selama 24 jam, Pediatric Emergency Mayapada Hospital Jakarta Selatan juga menghadirkan ruang IGD dengan nuansa animasi yang ramah anak untuk memberikan kenyamanan bagi pasien anak dan keluarganya. Seluruh pelayanan mengacu pada standar pelayanan internasional sesuai akreditasi Joint Commission International (JCI), dengan mengedepankan keselamatan pasien (patient safety), pelayanan yang berpusat pada pasien (patient-centered care), serta pengalaman pasien (patient experience).

Layanan Pediatric Emergency merupakan bagian dari Pediatric Center Mayapada Hospital Jakarta Selatan, yaitu pusat layanan komprehensif yang didukung dokter spesialis dan subspesialis anak yang berpengalaman dalam menangani berbagai kondisi kesehatan anak, mulai dari alergi, gangguan saluran cerna, gangguan ginjal, penyakit jantung, infeksi, hingga penanganan anak berkebutuhan khusus seperti autisme dan disleksia.

Info lengkap layanan lainnya di Mayapada Hospital ada dalam fitur Health Articles & Tips di MyCare. Aplikasi ini memiliki fitur Personal Health yang terintegrasi dengan Google Fit dan Health Access untuk membantu memantau detak jantung, jumlah langkah, kalori yang terbakar, hingga Body Mass Index (BMI).

(rah/rah) [Gambas:Video CNBC]
Next Article 2,2 Juta Anak RI Alami Tekanan Darah Tinggi, Apa Penyebabnya?


Most Popular
Features