Trump Banjir Kritik usai Unggah Foto AI Jadi Elvis Presley, Fans Murka

Fergi Nadira,  CNBC Indonesia
03 August 2026 19:50
Donald Trump dan Elvis Presley bauatan (AI). (Istimewa)
Foto: Istimewa)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali menuai kontroversi setelah mengunggah gambar hasil kecerdasan buatan (AI) yang menampilkan dirinya sebagai legenda musik rock and roll, Elvis Presley. Unggahan tersebut memicu gelombang kritik dari penggemar musik yang menilai Trump telah merendahkan ikon budaya tersebut.

Melansir Euro News, Senin (3/8/2026), dalam kurun Sabtu hingga Minggu, Trump dilaporkan mengunggah sekitar 40 konten di platform Truth Social. Sebagian besar unggahan berupa gambar hasil AI, termasuk peta Venezuela yang ditutupi bendera AS dengan tulisan "Negara Bagian ke-51" serta ilustrasi wajah Trump melayang di atas Greenland disertai pesan "Halo, Greenland!".

Namun, unggahan yang paling menyita perhatian adalah gambar Trump mengenakan kostum khas Elvis Presley yang terinspirasi dari jumpsuit berpayet yang dikenakan sang musisi saat konser Aloha from Hawaii pada 1973.

Ini bukan kali pertama Trump mengaitkan dirinya dengan Elvis. Awal tahun ini, ia bahkan mengeklaim memiliki daya tarik yang lebih besar dibanding "The King of Rock and Roll" ketika menawarkan diri tampil dalam perayaan Freedom 250 di Great American State Fair setelah banyak pengisi acara membatalkan kehadiran mereka.

Saat itu Trump menulis bahwa dirinya merupakan "daya tarik nomor satu di dunia" yang mampu menarik massa lebih besar dibanding Elvis pada masa kejayaannya, meski tanpa memainkan gitar. Pernyataan tersebut sempat menuai kritik di media sosial. Seorang pengguna bahkan menyinggung satu-satunya kesamaan Trump dan Elvis adalah kontroversi yang pernah menyelimuti kehidupan pribadi mereka.

Unggahan AI terbaru itu kembali memancing reaksi keras. Salah seorang warganet menyebut gambar tersebut sebagai "penghinaan bagi semua orang yang mencintai Elvis". Pengguna lain mengatakan Trump justru menjadi bahan tertawaan di berbagai negara.

Komentar lain menyebut, "Berbeda dengan Trump, Elvis mengabdi kepada negara dengan kehormatan, dedikasi, dan rock and roll." Sementara pengguna lain menilai Trump bukan hanya ingin menjadi pusat perhatian, tetapi juga menganggap dirinya sebagai Elvis di masa keemasannya.

Selama beberapa tahun terakhir, Trump beberapa kali membagikan gambar AI yang menggambarkan dirinya sebagai tokoh budaya populer, seperti Superman, Hannibal Lecter, hingga Jedi dari Star Wars. Namun, unggahan-unggahan tersebut kerap memicu kritik dari penggemar maupun kreator karena dinilai tidak memahami makna karakter yang digunakan.

Di sisi lain, kritik terhadap Trump juga kembali mencuat setelah ia berulang kali memberi sinyal ingin mencalonkan diri untuk masa jabatan presiden ketiga, meski Amendemen ke-22 Konstitusi AS membatasi seorang presiden hanya dapat dipilih maksimal dua kali.

Dalam wawancara dengan Real America's Voice, Trump mengaku "ingin menjadi orang berikutnya yang menjabat." Pernyataan itu muncul setelah sebelumnya ia mengunggah sejumlah foto dirinya mengenakan topi bertuliskan "Trump 2028", yang kembali memicu perdebatan di kalangan publik.

(hsy/hsy) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Gedung Putih Disulap Jadi Arena UFC, Siap Gelar Freedom Fights 250


Most Popular
Features