BMKG Peringatkan Ancaman Heatstroke, Kenali Tanda-Cara Penanganannya

Tommy Patrio Sorongan,  CNBC Indonesia
01 August 2026 20:15
Seorang pekerja toko makanan cepat saji tradisional mencoba mendinginkan seseorang dengan menuangkan air ke kepalanya, di sepanjang Jalan Nakamise di distrik Asakusa, tempat wisata populer, saat pemerintah Jepang mengeluarkan peringatan serangan pana
Foto: Seorang pekerja toko makanan cepat saji tradisional mencoba mendinginkan seseorang dengan menuangkan air ke kepalanya, di sepanjang Jalan Nakamise di distrik Asakusa, tempat wisata populer, saat pemerintah Jepang mengeluarkan peringatan serangan panas di Tokyo dan prefektur lainnya karena gelombang panas, di Tokyo, Jepang, 22 Juli 2026. (REUTERS/Issei Kato)
Daftar Isi

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat bahwa dinamika iklim dan musim kemarau saat ini memberikan dampak signifikan terhadap berbagai sektor kehidupan. Sejak beberapa bulan lalu, BMKG gencar berkoordinasi lintas sektor guna mendorong langkah antisipasi dan mitigasi kekeringan secara masif.

Guna menekan dampak buruk iklim, BMKG memberikan rekomendasi khusus pada sektor pertanian, sumber daya air (SDA), hingga energi. Para pelaku usaha tani diminta menyesuaikan jadwal awal musim tanam dan memilih varietas tanaman tahan kering, sedangkan pengelola SDA dan energi wajib mengalkulasi ketersediaan air baku serta mengantisipasi dinamika produksi listrik PLTA.

"Minimnya curah hujan selama musim kemarau juga berdampak langsung pada penurunan kualitas udara yang berpotensi meningkatkan penyakit ISPA. Seluruh pihak diminta mewaspadai ancaman ini, sekaligus menyiapkan mekanisme respons cepat terhadap dinamika sebaran penyakit DBD, malaria, hingga bahaya heatstroke akibat cuaca panas ekstrem," tulis BMKG dalam keterangan resmi, dikutip Sabtu (1/8/2026).

"Di sektor kehutanan dan kebencanaan, kesiapsiagaan menghadapi ancaman kekeringan serta potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) wajib ditingkatkan. Sebaliknya, para pelaku sektor perikanan dan tambak garam dapat memanfaatkan fenomena upwelling dan momentum kemarau ini untuk memaksimalkan hasil produksi," sambung BMKG.

Lantas, apa itu heatstroke?

Mengutip situs resmi Dinas Kesehatan Pemprov Aceh, heatstroke adalah suatu kondisi kegawatdaruratan yang ditandai dengan meningkatnya suhu tubuh mencapai lebih dari 40 derajat Celcius dan adanya gangguan pada sistem saraf.

Bagaimana tanda-tanda heatstroke dan apa yang harus dilakukan jika mengalami heatstroke?

Gejala Heatstroke

Berikut adalah ringkasan tulisan dari gambar yang disajikan mengenai gejala, pertolongan pertama, dan pencegahan heat stroke. Gejala yang dirasakan setiap orang dapat bervariasi tergantung kondisi kesehatannya. Beberapa tanda dan gejala umum meliputi:

* Demam tinggi (40⁰C atau lebih)
* Berkeringat deras
* Sakit kepala, kepala terasa ringan/berkunang-kunang, dan rasa tidak nyaman
* Kulit memerah dan bibir mengering
* Tingkat respons/kesadaran yang melambat
* Lonjakan denyut nadi secara mendadak
* Perubahan kondisi mental atau perilaku (seperti kebingungan, berontak, dan bicara tidak jelas)
* Mual atau muntah
* Pernapasan cepat
* Pingsan (dapat menjadi tanda pertama pada orang dewasa lanjut/lansia).

Pertolongan Pertama Heat Stroke

Pertolongan pertama sangat penting untuk mencegah komplikasi serius seperti koma, gagal ginjal, kerusakan saraf, dan pembengkakan otak.

1. Pindahkan ke Tempat yang Lebih Teduh

Segera pindahkan penderita ke area yang teduh (seperti di bawah pohon) untuk mengurangi paparan sinar matahari langsung.

2. Berikan Kompres ke Seluruh Tubuhnya

Lakukan ice bath (jika memungkinkan) atau berikan kompres dingin.
Kompres menggunakan handuk basah air dingin, terutama di area leher, ketiak, dan selangkangan (area pembuluh darah besar).
Catatan: Hindari kompres es untuk lansia, anak-anak, penderita penyakit kronis, atau orang yang baru selesai berolahraga berat.

3. Berikan Air Putih yang Banyak

Jika penderita sadar, berikan minum air putih secara bertahap untuk mencegah dehidrasi akut.
Hindari minuman yang terlalu dingin, mengandung kafein, atau alkohol.

4. Hal yang TIDAK Boleh Dilakukan.

Jangan berikan obat penurun panas (seperti asetaminofen/parasetamol) karena tidak membantu mengatasi sengatan panas dan berisiko memperburuk kerusakan organ.
Jangan memaksakan memberi minuman jika penderita tidak sadar penuh/penurunan kesadaran untuk menghindari risiko tersedak (aspirasi) ke saluran pernapasan.

Tips Agar Terhindar dan Mencegah Heatstroke

1. Tetap Terhidrasi

Disarankan minum air sekitar 250 ml setiap 1 jam secara perlahan (2-3 teguk berkala). Minuman olahraga (isotonic) juga dapat dijadikan opsi untuk menggantikan garam dan mineral yang hilang melalui keringat.
Hindari minuman berkafein/alkohol dan minuman yang terlalu dingin (dapat memicu kram perut).

2. Gunakan Pelindung dari Panas

Pakai topi bertepi lebar atau gunakan payung.
Gunakan kacamata hitam.
Kenakan pakaian longgar, berbahan ringan (seperti katun), dan berwarna terang.

3. Istirahat Cukup

Jangan memaksakan diri terus beraktivitas di bawah terik matahari. Istirahatlah secara berkala di tempat yang teduh atau ruangan ber-AC.

4. Gunakan Semprotan Air atau Handuk Basah

Dinginkan tubuh secara berkala dengan menyemprotkan air ke tubuh, menyelupkan pergelangan tangan/kaki ke air dingin, atau mengusap kepala dengan handuk basah.

5. Gunakan Tabir Surya (Sunscreen)

Gunakan sunscreen minimal SPF 30 untuk melindungi kulit dari sunburn yang dapat mengganggu kemampuan tubuh mengatur suhu. Lalu, oleskan kembali setiap dua jam sekali.

6. Kenali dan Waspadai Gejala Awal

Jika mulai merasa pusing, lemas, atau kehilangan orientasi, segera cari bantuan medis dan jangan menunda penanganan.

(dce) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Sebelum Ada AC, Ternyata Begini Cara Manusia Hadapi Cuaca Panas


Most Popular
Features