Payudara Nyeri Saat Olahraga? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya

tfa,  CNBC Indonesia
05 July 2026 08:15
Ilustrasi lari pagi. (Dok. Freepik)
Foto: Ilustrasi lari pagi. (Dok. Freepik)

Jakarta, CNBC Indonesia - Nyeri payudara saat berolahraga masih sering dianggap sebagai hal yang wajar oleh banyak perempuan. Padahal, rasa tidak nyaman saat berlari, melompat, atau menjalani latihan intensitas tinggi sebenarnya dapat diminimalkan dengan penggunaan penyangga yang tepat.

Mengutip The Breast Journal, nyeri payudara akibat aktivitas fisik dialami hingga 72% perempuan yang aktif berolahraga. Penelitian menunjukkan bahwa keluhan ini muncul karena payudara tidak memiliki otot yang menopang secara langsung, melainkan hanya disangga oleh kulit, ligamen, dan jaringan ikat.

Saat seseorang berlari, melompat, atau melakukan olahraga berdampak tinggi, payudara tidak hanya bergerak naik dan turun, tetapi juga ke samping serta depan-belakang. Gerakan berulang tersebut dapat menarik jaringan penyangga sehingga memicu rasa nyeri maupun tidak nyaman.

Temuan yang dipublikasikan dalam Frontiers in Sports and Active Living menyebutkan bahwa besarnya perpindahan, kecepatan, dan akselerasi gerakan payudara menjadi faktor utama yang memicu nyeri saat berolahraga.

Selain itu, ukuran payudara, jenis dan intensitas olahraga, serta kualitas penyangga yang digunakan juga turut memengaruhi tingkat keluhan.

Sport Bra Jadi Kunci Mengurangi Nyeri

Salah satu cara paling efektif untuk mengurangi nyeri adalah menggunakan sport bra. Berbeda dengan bra sehari-hari, sport bra dirancang untuk menopang payudara dengan lebih optimal sehingga gerakannya tetap terkendali selama beraktivitas.

Fungsi sport bra bukan untuk mengecilkan ukuran payudara, melainkan membatasi gerakan berlebih agar tarikan pada jaringan penyangga dapat diminimalkan. Semakin baik tingkat dukungannya, semakin kecil pula gerakan payudara yang berpotensi menimbulkan rasa sakit.

Selain membantu meredakan nyeri, penggunaan sport bra juga membuat aktivitas olahraga terasa lebih nyaman. Menurut Sports Medicine Australia, sport bra dengan ukuran yang sesuai dapat mengurangi ketidaknyamanan sekaligus memberi keleluasaan bergerak saat berolahraga.

Tak hanya itu, dukungan payudara yang optimal juga dikaitkan dengan konsumsi oksigen yang lebih rendah dan running economy yang lebih efisien saat berlari. Dengan gerakan payudara yang lebih terkendali, tubuh berpotensi menggunakan energi secara lebih hemat sehingga performa olahraga dapat meningkat.

Pilih Sport Bra Sesuai Jenis Olahraga

Sebaliknya, tidak menggunakan sport bra, memakai ukuran yang tidak sesuai, atau menggunakan sport bra yang sudah longgar dapat mengurangi fungsi penyangga dan meningkatkan risiko nyeri.

Untuk olahraga ringan seperti yoga atau jalan santai, sport bra dengan tingkat dukungan rendah (low support) umumnya sudah memadai. Sementara untuk aktivitas berdampak tinggi seperti lari, Hyrox, skipping, aerobik, maupun high-intensity interval training (HIIT), disarankan menggunakan sport bra dengan tingkat dukungan tinggi (high support) agar gerakan payudara lebih terkendali dan risiko nyeri dapat ditekan.

 

(luc/luc) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Rajin Olahraga Bisa Tingkatkan IQ Anak, Terbukti Secara Ilmiah


Most Popular
Features