3 Ikan Paling Buruk untuk Dimakan, Ada yang Digemari Warga RI

Tim Redaksi,  CNBC Indonesia
02 July 2026 07:50
Harun petugas PPSU mengecek lele yang di budidayakan di Kolong Tol Becakayu, Jakarta Timur, Selasa, 2 Februari 2020. Memanfaatkan lahan kosong di kolong Tol Becakayu Harun bersama warga kelurahan Cipinang Melayu membuat sejumlah kolam dengan bak yang
Foto: Budidaya Lele di bawah kolong tol Becakayu (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Ikan merupakan salah satu lauk yang sangat baik untuk kesehatan. Ikan memiliki kemampuan daya serap protein yang tinggi dan mengandung berbagai senyawa bioaktif, sebagian disebabkan oleh panjang serat protein ikan yang lebih singkat dibandingkan dengan daging sapi dan ayam. 

Konsumsi ikan dapat memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh, termasuk protein, asam lemak seperti omega-3, vitamin, dan mineral, yang diyakini dapat mengurangi risiko penyakit kardiovaskular. Senyawa bioaktif dalam ikan juga memiliki efek antioksidan dan dapat menurunkan tekanan darah

Meski begitu, tidak semua ikan sama. Ahli gizi terdaftar Julia Zumpano, RD, LD, membagikan daftar tiga ikan terbaik untuk kesehatan serta tiga jenis ikan yang sebaiknya dibatasi konsumsinya.

3 Ikan Paling Sehat

Berikut adalah tiga ikan paling sehat bagi kesehatan:

1. Sarden

"Sarden adalah pilihan yang sangat baik," kata Zumpano dikutip dari Cleveland Clinic.

Ikan kecil ini mengandung sekitar 2 gram omega-3 per 85 gram sajian, salah satu yang tertinggi dibanding jenis ikan lain, sekaligus memiliki kadar merkuri yang sangat rendah. Sarden juga kaya kalsium dan vitamin D, nutrisi penting untuk kesehatan tulang.

Selain itu, sarden termasuk ikan yang relatif ramah lingkungan dan aman dikonsumsi oleh ibu hamil serta menyusui. Untuk penyajian, sarden bisa disantap dengan perasan lemon dan minyak zaitun, ditambahkan tomat dan rempah Italia, atau dijadikan topping biskuit gandum sebagai camilan sehat.

2. Ikan Herring

Herring merupakan ikan berlemak yang mengandung sekitar 1,5 gram omega-3 per sajian. Kandungan omega-3-nya bahkan lebih tinggi dibandingkan salmon dan tuna.

Keunggulan lainnya, herring memiliki kadar merkuri lebih rendah dibanding banyak ikan berlemak lain.

"Cobalah disajikan dingin dengan bumbu ringan berupa cuka anggur putih, bawang merah, dan dill," kata Zumpano. "Pilihan popular lainnya adalah memadukan herring dengan mustard dan dill," imbuhnya.

3. Makarel (ikan kembung)

Makarel Atlantik dan makarel Alaska mengandung omega-3 tinggi serta rendah merkuri. Namun, makarel jenis king mackerel dan Spanish mackerel sebaiknya dibatasi karena kadar merkurinya lebih tinggi.

"Cobalah memanggang atau rebus ikan kembung untuk ditambahkan salad atau disajikan dengan sayuran panggang," ungkap Zumpano.

3 Ikan yang Sebaiknya Dibatasi

Sementara itu, pikirkan dua kali sebelum memesan ikan-ikan populer ini:

1. Tilapia atau nila

Meski menjadi sumber protein tanpa lemak, tilapia sangat rendah omega-3. Jika memilih ikan untuk manfaat kesehatan, sebaiknya utamakan jenis yang tinggi omega-3.

2. Tuna

Tuna segar memang mengandung omega-3, tetapi konsumsi tuna yang tinggi, terutama dalam bentuk sushi, meningkatkan risiko paparan merkuri. Paparan merkuri berlebih dapat menyebabkan gangguan kognitif dan masalah kesehatan lainnya.

Tuna kaleng, khususnya albacore, juga cenderung tinggi merkuri kecuali berasal dari produsen yang melakukan uji kandungan merkuri pada setiap kemasan.

3. Lele

Sebagian besar lele dibudidayakan di perairan tercemar serta berisiko mengandung bahan kimia dan antibiotik berbahaya. Jika ingin mengkonsumsi lele, pilih lele yang dibudidayakan sendiri.

Tips Memilih Ikan

Saat membeli ikan, pilih jenis yang tinggi omega-3, rendah merkuri, berasal dari sumber yang aman dan berkelanjutan dan untuk ikan kaleng, pastikan kemasannya bebas BPA.

(hsy/hsy) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article 10 Ikan Dengan Kandungan Merkuri Tinggi, Wajib Cek Sebelum Beli


Most Popular
Features