Muncul Tren Kecantikan 'Wajah Old Money', Begini Ciri-Cirinya

Fergi Nadira,  CNBC Indonesia
02 July 2026 09:00
Ilustrasi Kecantikan dan perawatan kulit. (Dok. Freepik)
Foto: Ilustrasi Kecantikan dan perawatan kulit. (Dok. Freepik)

Jakarta, CNBC Indonesia - Tren kecantikan belakangan mulai bergeser. Jika selama beberapa tahun terakhir wajah dengan filler tebal, bibir bervolume, hingga rahang yang dipahat menjadi standar kecantikan, kini justru muncul tren baru yang disebut "old money face".

Istilah ini menggambarkan tampilan wajah yang tetap terlihat alami, mempertahankan karakter asli, dan tidak tampak menjalani prosedur kosmetik berlebihan. Tren tersebut disebut sebagai kebalikan dari gaya "Mar-a-Lago face", yakni wajah yang dinilai terlalu banyak menjalani operasi plastik maupun suntikan filler.

Melansir The Telegraph, Rabu (1/7/2026), perubahan tren ini mulai terlihat di industri mode. Agensi model kini kembali mencari wajah-wajah yang natural tanpa banyak intervensi bedah kosmetik.

Dokter estetika David Jack mengatakan, klien dari kalangan keluarga kaya lama atau old money tetap menjalani perawatan wajah. Namun, mereka lebih memilih prosedur yang hasilnya tidak terlihat mencolok.

"Mereka memilih prosedur yang tidak memberikan kesan telah melakukan perawatan, seperti skin booster, laser, polynucleotide, dan sedikit Botox jika memang diperlukan," kata Jack.

Sebaliknya, mereka cenderung menghindari filler pada bibir, pipi, maupun rahang yang dapat mengubah bentuk wajah secara signifikan.

"Yang lebih ditonjolkan adalah individualitas. Mereka tidak ingin orang lain menyadari bahwa mereka menjalani terlalu banyak prosedur estetika," ujarnya.

Dokter bedah kosmetik Georgina Williams mengatakan, belakangan semakin banyak pasien yang secara khusus meminta agar wajah mereka tidak terlihat seperti "Mar-a-Lago face", istilah yang belakangan populer untuk menggambarkan wajah yang terlalu tegang akibat operasi plastik atau dipenuhi filler.

Williams mengatakan, pasien kini lebih tertarik menjalani terapi cahaya, laser, hingga prosedur yang merangsang produksi kolagen dibanding mengubah bentuk wajah.

Ia menambahkan, sebagian besar klien hanya mempertimbangkan operasi facelift ketika penuaan kulit mulai tampak jelas. Itupun dengan tujuan tetap mempertahankan penampilan yang alami.

Selain prosedur kecantikan, tren old money face juga menitikberatkan pada kesehatan kulit dalam jangka panjang, bukan perubahan instan.

Pendiri merek perawatan kulit U Beauty, Tina Craig, mengatakan kelompok ini lebih memilih rutinitas perawatan yang konsisten daripada prosedur invasif menjelang acara penting.

"Mereka tidak mengejar solusi instan. Mereka lebih fokus merawat kulit secara bertahap dalam jangka panjang," ujarnya.

Perawatan rambut juga menjadi perhatian. Alih-alih menggunakan ekstensi rambut untuk menambah volume, banyak orang kini lebih memilih terapi untuk memperkuat rambut dan mencegah kerontokan.

Tren tersebut juga menunjukkan adanya penerimaan terhadap tanda-tanda penuaan alami. Garis halus, kerutan, maupun sedikit flek akibat paparan sinar matahari tidak lagi selalu dianggap sebagai sesuatu yang harus dihilangkan sepenuhnya.

Ahli perawatan wajah Teresa Tarmey mengatakan banyak kliennya tetap menikmati aktivitas luar ruangan seperti berkuda, bermain ski, hingga berlayar di bawah sinar matahari. Mereka menyadari gaya hidup tersebut dapat meninggalkan bekas pada kulit, tetapi memilih merawatnya tanpa berusaha menghapus seluruh tanda penuaan.

"Klien saya mau mengeluarkan banyak uang untuk facial dan produk perawatan kulit, tetapi mereka juga menerima bahwa ada batasan dari semua perawatan tersebut," katanya.

Para ahli mengatakan, tren old money face pada akhirnya bukan soal terlihat lebih muda, melainkan tetap tampil segar tanpa kehilangan ciri khas wajah asli.

(hsy/hsy) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Penyebab Urat Tangan Menonjol: Usia, Olahraga, hingga Tanda Penyakit


Most Popular
Features