Batas Wajar Frekuensi Buang Air Kecil dalam Sehari Menurut Ahli

Tim Redaksi,  CNBC Indonesia
26 June 2026 14:10
Ilustrasi logo toilet. (Dok. Pixabay)
Foto: Ilustrasi logo toilet. (Dok. Pixabay)

Jakarta, CNBC Indonesia - Buang air kecil merupakan proses alami tubuh untuk membuang sisa metabolisme dan menjaga keseimbangan cairan. Namun, tak sedikit orang yang bertanya-tanya apakah frekuensi buang air kecil yang mereka alami setiap hari masih tergolong normal atau justru menjadi tanda adanya gangguan kesehatan.

Seorang ahli urologi di Orlando Health dan kontributor CNN, Dr. Jamin Brahmbhatt menyebutkan pada siang hari, mayoritas orang yang sehat buang air kecil sekitar enam hingga delapan kali.

"Bagi kebanyakan orang, wajar saja jika mereka perlu buang air kecil setiap (tiga hingga empat) jam pada siang hari. Pada malam hari, idealnya, Anda hanya bangun untuk kencing sekali atau tidak sama sekali. Jika Anda terbangun lebih dari itu, bisa jadi ada yang tidak beres," ungkap Brahmbhatt.

Adapun faktor seperti jumlah cairan yang diminum, suhu lingkungan, aktivitas fisik, usia, hingga konsumsi minuman berkafein atau beralkohol dapat memengaruhi seberapa sering seseorang ke toilet.

"Sejujurnya, setiap orang sedikit berbeda, jadi tidak ada angka pasti yang cocok untuk semua orang. Jika cuaca panas dan Anda banyak berkeringat, Anda mungkin akan lebih jarang buang air kecil," kata Brahmbhatt.

Yang penting menurutnya adalah mengetahui apa yang normal bagi Anda. Jika Anda tiba-tiba lebih sering pergi ke kamar mandi atau lebih jarang mungkin ada baiknya Anda memeriksakan diri, terutama jika hal itu mengganggu kualitas hidup Anda.

Menurut Dr. David Shusterman, seorang ahli urologi bersertifikat di NY Urology di New York City memgatakan bahwa frekuensi buang air kecil bisa berbeda pada setiap orang.

Sebagian orang mungkin buang air kecil hingga 10 kali sehari, terutama jika mereka minum banyak air atau minuman lain yang menyebabkan buang air kecil lebih sering.

Buang air kecil berlebihan yang bukan disebabkan oleh konsumsi air atau minuman yang berlebihan dapat disebabkan oleh berbagai hal, termasuk sindrom kandung kemih yang terlalu aktif, diabetes, infeksi saluran kemih, atau obat-obatan.

Obat-obatan diuretik, yang sering diresepkan untuk tekanan darah atau kondisi jantung, merupakan salah satu faktor yang umum.

"Kehamilan merupakan faktor lain, karena kehamilan mengharuskan minum lebih banyak air sehingga metabolisme air pun meningkat," jelas Shusterman.

(hsy/hsy) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Seberapa Sering Frekuensi Kencing Normal dalam Sehari? Ini Kata Ahli


Most Popular
Features