Batas Aman Makan Mie Instan agar Tak Kena Sakit Ginjal
Jakarta, CNBCÂ Indonesia - Mie instan merupakan makanan favorit banyak orang, namun konsumsinya yang berlebihan sering dikaitkan dengan masalah kesehatan. Para ahli medis memberikan peringatan mengenai kandungan natrium dan pengawet yang tinggi dalam satu porsinya.
Kandungan natrium atau garam yang terlalu tinggi pada akhirnya bisa memicu masalah ginjal.Â
Efek utama kelebihan natrium adalah membuat tubuh menahan lebih banyak cairan. Volume darah meningkat sehingga tekanan darah naik. Ginjal sangat sensitif terhadap tekanan darah tinggi. Seiring waktu, tekanan yang terus tinggi dapat merusak pembuluh darah kecil di dalam ginjal yang berfungsi menyaring darah.
Asupan garam yang tinggi juga dikaitkan dengan peningkatan proteinuria (protein dalam urine). Ini merupakan tanda bahwa filter ginjal mulai mengalami kerusakan.
Batas aman makan mie instan untuk kesehatan ginjal
Guru besar Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada Prof Zullies Ikawati, Apt, menjelaskan sebenarnya tak ada aturan pasti terkait berapa kali seseorang boleh makan mi instan dalam seminggu.
Perihal ini, ia mengatakan bahwa tiap orang mesti mengenali kondisi tubuh masing-masing. Apabila seseorang punya riwayat hipertensi contohnya, maka dapat mengurangi bumbu mi instan yang digunakan atau menggantinya dengan bumbu racikan sendiri.
Sementara itu, ahli gizi UM Surabaya Tri Kurniawati, dilansir laman Universitas Muhammadiyah Surabaya, menegaskan sebaiknya mi instan tidak dimakan lebih dari 2 bungkus dalam seminggu. Ia juga menyarankan untuk menambah sayuran dan protein jika hendak mengkonsumsinya.
Makan mi instan terlalu sering dapat berpengaruh positif terhadap obesitas abdominal dan hiperkolesterolemia.
"Konsumsi mi instan lebih dari dua bungkus dalam seminggu dikaitkan dengan tingginya peningkatan sindrom metabolik pada wanita," kata Tri.
source on Google [Gambas:Video CNBC]