4 Makanan Favorit yang Dikonsumsi Orang Berusia 100 Tahun
Jakarta, CNBC Indonesia -Â Orang yang hidup hingga usia 100 tahun atau lebih disebut centenarian. Pulau Okinawa di Jepang merupakan salah satu wilayah di dunia yang memiliki paling banyak centenarian. Di balik umur panjang mereka, ternyata ada sejumlah kebiasaan makan yang memegang peran kunci agar berumur panjang.
Peneliti umur panjang, Dan Buettner mengatakan ada pola makan yang sangat mirip di antara mereka yang hidup paling lama.
Dalam bukunya Blue Zones Kitchen ia menilai tidak ada satu "makanan ajaib" yang menjadi kunci umur panjang. Namun, kombinasi pola makan sehat, aktivitas fisik rutin, tingkat stres yang rendah, dan hubungan sosial yang kuat menjadi fondasi utama hidup lebih lama dan sehat.
Berikut adalah pelajaran berharga dari menu makan para centenarian untuk umur panjang mengutip Times of India.
1. 95% makanan nabati
Mayoritas orang-orang yang berusia seratus tahun dari berbagai belahan dunia sebagian besar mengonsumsi makanan nabati atau produk nabati. Ini termasuk kacang-kacangan, ubi jalar, kentang manis, buah-buahan, kacang-kacangan, biji-bijian utuh, dan biji-bijian.
Sayuran berdaun hijau seperti bayam, kangkung, bit, pucuk lobak, sawi, dan kangkung. Orang-orang yang hidup paling lama juga mengonsumsi banyak buah-buahan.
2. Minyak nabati
Minyak zaitun adalah minyak yang paling banyak digunakan di zona biru atau wilayah dengan penduduk berumur panjang tertinggi di dunia.
Konsumsi minyak zaitun telah dikaitkan dengan banyak manfaat kesehatan seperti meningkatkan kolesterol baik dan menurunkan kolesterol jahat. Konsumsi minyak zaitun juga dikaitkan dengan pengelolaan diabetes.
Dalam buku 'Blue Zones Kitchen,' disebutkan bahwa di Ikaria (salah satu dari lima zona biru di dunia), ditemukan bahwa bagi orang-orang paruh baya, sekitar enam sendok makan minyak zaitun setiap hari tampaknya mengurangi risiko kematian hingga setengahnya.
3. Kacang-kacangan: Pilihan sehari-hari
Kacang hitam di Nicoya; lentil, kacang garbanzo, dan kacang putih di Mediterania; dan kedelai di Okinawa, inilah yang dikonsumsi oleh para centenarian. Bahkan, sebuah studi yang melibatkan lima negara, yang didanai oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), menemukan bahwa mengonsumsi 20 gram kacang setiap hari mengurangi risiko kematian seseorang dalam tahun tertentu sekitar 8%.
4. Ngemil, tapi lebih sehat
Rata-rata orang yang mengonsumsi kacang-kacangan hidup lebih lama dua hingga tiga tahun dibandingkan orang yang tidak mengonsumsi kacang-kacangan (menurut Adventist Health Study 2).
Sementara itu, diet untuk umur panjang bukanlah intervensi jangka pendek. Diet ini tertanam dalam kehidupan sehari-hari seperti makan bersama dan makan perlahan.
Tak hanya soal makanan, gaya hidup aktif dan hubungan sosial yang baik turut menjadi faktor penting. Banyak centenarian tetap aktif bergerak dalam kehidupan sehari-hari, seperti berjalan kaki, berkebun, atau memasak sendiri.
(hsy/hsy) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]