Studi Ungkap Rakyat Makin Depresi Saat Korupsi Merajalela
Jakarta, CNBCÂ Indonesia - Studi mengungkap ada hubungan yang erat antara kesehatan mental masyarakat dengan pemerintahnya. Studi yang dipublikasikan di jurnal Scientific Reports menemukan bahwa semakin tinggi persepsi masyarakat bahwa pemerintahnya korup, semakin tinggi gejala depresinya.Â
Penelitian berjudul "The influence of perceived government corruption on depressive symptoms with social status as a moderator" meneliti hubungan antara persepsi masyarakat terhadap korupsi pemerintah dan gejala depresi. Peneliti menggunakan data dari lebih dari 8.500 responden dewasa di China yang berasal dari survei nasional. Tujuannya adalah memahami apakah cara seseorang memandang tingkat korupsi di pemerintahan dapat memengaruhi kesehatan mentalnya, serta apakah status sosial berperan dalam hubungan tersebut.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi persepsi seseorang bahwa pemerintah korup, semakin tinggi pula kecenderungannya mengalami gejala depresi.
Menurut peneliti, korupsi dapat mengurangi kepercayaan terhadap institusi publik, menimbulkan rasa ketidakadilan, dan menciptakan perasaan tidak berdaya dalam menghadapi sistem sosial. Faktor-faktor tersebut berpotensi meningkatkan tekanan psikologis dan memperburuk kesejahteraan mental.
Penelitian ini juga menemukan bahwa status sosial memiliki peran sebagai moderator. Hubungan antara persepsi korupsi dan gejala depresi cenderung lebih kuat pada individu dengan status sosial yang lebih rendah. Kelompok ini umumnya memiliki sumber daya ekonomi, akses, dan jaringan sosial yang lebih terbatas untuk melindungi diri dari dampak negatif korupsi, sehingga lebih rentan mengalami stres dan gangguan psikologis ketika merasa sistem pemerintahan tidak berjalan secara adil.
Para peneliti menyimpulkan bahwa dampak korupsi tidak hanya bersifat ekonomi dan politik, tetapi juga dapat memengaruhi kesehatan mental masyarakat. Temuan ini menunjukkan bahwa upaya pemberantasan korupsi berpotensi memberikan manfaat yang lebih luas daripada sekadar meningkatkan tata kelola pemerintahan, yakni juga membantu menciptakan rasa keadilan, meningkatkan kepercayaan publik, dan mendukung kesejahteraan psikologis masyarakat, terutama bagi kelompok dengan status sosial yang lebih rendah.
(hsy/hsy) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]