Polisi Menyamar Ciduk Perempuan Sewa Pembunuh Incar Anggota Boyband
Jakarta, CNBC Indonesia - Mantan pacar personel boy band Why Don't We didakwa karena berupaya menyewa pembunuh bayaran untuk menghabisi nyawa mantan kekasihnya, Jack Avery. Sikapnya disebabkan oleh konflik hak asuh anak mereka yang kini berusia 7 tahun.
Kantor Kejaksaan Los Angeles telah mengumumkan Gabriela Gonzalez yang berusia 24 dijerat tiga dakwaan sekaligus, yakni percobaan pembunuhan, konspirasi pembunuhan, dan permintaan pembunuhan berencana.
Ayahnya, Francisco Gonzalez yang berusia 59 tahun, serta pacarnya saat itu, Kai Cordrey yang berusia 26 tahun juga menghadapi dakwaan serupa.
Jaksa Wilayah Los Angeles, Nathan Hochman, menyebut para tersangka diduga melakukan berbagai cara untuk menemukan seseorang yang bersedia menjadi pembunuh bayaran.
"Ini adalah kasus di mana para terdakwa dituduh berusaha keras untuk mencari seseorang untuk melakukan pembunuhan," kata Jaksa Wilayah Los Angeles County Nathan Hochman dalam siaran persnya dikutip dari AP News, Sabtu (23/5/2026).
Berdasarkan hasil penyelidikan, Gabriela diduga meminta bantuan Cordrey pada periode 2020 hingga 2021 untuk mencari eksekutor melalui dark web. Pada April 2021, Francisco disebut mengirim uang muka sebesar US$10 ribu kepada Cordrey guna mendanai rencana tersebut.
Dua bulan kemudian, Cordrey kembali meminta tambahan US$4 ribu karena sosok yang diyakini sebagai pembunuh bayaran meminta bayaran lebih besar.
Namun, orang yang mereka hubungi ternyata merupakan petugas penegak hukum yang menyamar.
Pada September 2021, petugas undercover itu berbicara langsung dengan Cordrey terkait target pembunuhan, pembayaran, hingga bukti kematian Avery.
Gabriela Gonzalez, yang memiliki lebih dari 450.000 pengikut di Instagram, ditahan di sebuah fasilitas penahanan di wilayah Los Angeles dengan jaminan $2 juta pada hari Kamis. Pengacaranya, Elliot Zarabi, tidak segera membalas panggilan untuk dimintai komentar.
Francisco Gonzalez ditangkap di Florida dan sedang menunggu ekstradisi. Ia ditahan di penjara di Seminole County, Florida, pada Kamis. Belum jelas apakah ia memiliki pengacara yang dapat berbicara atas namanya terkait tuduhan tersebut.
Catatan penjara Kabupaten Los Angeles menunjukkan Cordrey ditangkap pada Kamis. Jaminan pembebasannya ditetapkan sebesar $2 juta, menurut juru bicara kantor jaksa penuntut umum. Catatan penjara tidak menunjukkan adanya pengacara untuknya.
Jika terbukti bersalah, ketiga terdakwa menghadapi hukuman penjara seumur hidup.
Di sisi lain, Jack Avery menyampaikan terima kasih kepada aparat penegak hukum melalui unggahan Instagram. Ia mengatakan fokus utamanya kini adalah menjadi ayah terbaik bagi putrinya.
Why Don't We sendiri dikenal lewat album debut mereka pada 2018 yang memuat lagu "8 Letters". Grup tersebut kini telah bubar, sementara Avery melanjutkan karier solo dan merilis single "XOXOX" tahun ini.
Anggota band Why Don’t We. (Istimewa) Foto: Anggota band Why Don’t We. (Istimewa) |
source on Google [Gambas:Video CNBC]
