11 Buah & Sayuran Mengandung Pestisida Tertinggi, Ada Favorit Warga RI

Tim Redaksi,  CNBC Indonesia
22 May 2026 07:50
Ilustrasi Buah Apel. (Dok. Freepik)
Foto: Ilustrasi Buah Apel. (Dok. Freepik)
Daftar Isi

Jakarta, CNBC Indonesia - Pestisida, zat kimia untuk mengusir hama, memang lazim digunakan dalam industri pertanian. Sayangnya, zat tersebut ikut menempel di sejumlah produk pertanian yang banyak dikonsumsi warga dunia. Temuan itu diungkap Environmental Working Group (EWG) lewat daftar tahunan "Dirty Dozen" yang menyoroti produk pangan dengan paparan pestisida tertinggi.

Penelitian menunjukkan hubungan antara pestisida dengan kelahiran prematur, malformasi kongenital seperti cacat tabung saraf, aborsi spontan, dan peningkatan kerusakan genetik pada manusia. Paparan pestisida juga dikaitkan dengan konsentrasi sperma yang lebih rendah, penyakit jantung, kanker, dan gangguan lainnya.

Meski demikian, para ahli menegaskan masyarakat tetap dianjurkan makan buah dan sayur karena manfaat gizinya jauh lebih besar dibanding menghindarinya sama sekali. Ahli hanya meminta masyarakat lebih cermat mencuci dan memilih bahan pangan.

Berikut daftar buah dan sayuran yang disebut memiliki residu pestisida tinggi berdasarkan riset terbaru:

1. Bayam

EWG menyebut bayam mentah memiliki residu pestisida paling tinggi dibanding jenis sayur lainnya jika dihitung berdasarkan berat. Ahli gizi Lindsay Malone menyarankan memilih bayam organik atau bayam beku karena dianggap lebih rendah paparan pestisidanya.

"Jika membeli bayam konvensional, bilas hingga bersih. Pengecualian untuk aturan ini adalah jika bayam sudah dicuci sebelumnya. Jangan dicuci ulang; Anda kemungkinan akan memasukkan bakteri," kata ia.

2. Kale dan sawi hijau

Lebih dari 50% sampel kale ditemukan mengandung pestisida yang diduga berpotensi memicu kanker. Malone menyarankan membuang daun luar dan mencuci sayuran hingga bersih jika membeli produk non-organik.

3. Stroberi

EWG menyebut warga Amerika rata-rata mengonsumsi sekitar delapan pon stroberi per tahun, yang otomatis meningkatkan paparan berbagai pestisida. Ahli menyarankan memilih stroberi organik beku jika harga produk segar terlalu mahal.

4. Anggur

Kulit anggur yang tipis membuat residu pestisida sulit dibersihkan sempurna. Ahli menyarankan mencuci anggur di bawah air mengalir dan memilih produk organik jika memungkinkan.

5. Persik dan nektarin

Kedua buah ini disebut lebih rentan menyimpan residu pestisida karena kulitnya tipis. Ahli gizi Debbie Bessen menyarankan merendam buah dengan campuran air dan baking soda atau cuka sebelum dikonsumsi.

6. Ceri

Buah ceri juga masuk daftar tinggi pestisida. Menurut ahli, proses memasak seperti merebus atau membuat kompot dapat membantu mengurangi kandungan pestisida, walau sebagian nutrisi bisa ikut berkurang.

7. Apel

Apel disebut sering disemprot bahan kimia setelah dipanen. Mengupas kulit apel dinilai menjadi cara paling efektif mengurangi pestisida, meski serat dan antioksidan di kulit ikut hilang.

8. Blackberry

Blackberry kembali diuji USDA pada 2023 dan masuk daftar Dirty Dozen. Ahli menyebut buah beri termasuk jenis yang paling baik dibeli dalam versi organik karena mudah menyerap residu pestisida.

9. Pir

Kulit pir disebut menyimpan cukup banyak residu pestisida. Untuk produk non-organik, ahli menyarankan mengupas kulit atau merendam buah menggunakan baking soda sebelum dimakan.

10. Kentang

Kentang menjadi pendatang baru dalam daftar Dirty Dozen tahun ini. Sebagai sayuran akar, kentang dinilai mudah menyerap pestisida dari tanah maupun proses pasca panen.

11. Blueberry

Blueberry ditemukan mengandung jejak berbagai pestisida beracun. Bahkan, salah satu laporan menemukan 17 jenis pestisida PFAS pada berbagai produk pertanian California termasuk buah beri.

(hsy/hsy) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Studi Ungkap Jenis Makanan yang Cegah Anak Tantrum


Most Popular
Features