Drakor Perfect Crown Tuai Kontroversi, IU Minta Maaf

Fergi Nadira,  CNBC Indonesia
18 May 2026 16:55
Poster film drama Korea Perfect Crown. (Dok. Disney Plus via IMDb)
Foto: Poster film drama Korea Perfect Crown. (Dok. Disney Plus via IMDb)

Jakarta, CNBC Indonesia - Drama Korea Perfect Crown kembali menuai kontroversi di Korea Selatan jelang episode terakhirnya. Kali ini, serial yang dibintangi IU dan Byeon Woo-seok itu dikritik karena dianggap keliru menggambarkan sejarah dan tradisi kerajaan Korea.

Melansir Korea Times, Senin (18/5/2026), episode ke-11 drama tersebut tayang pada Jumat (16/5/2026) dan menampilkan adegan dramatis saat karakter Seong Hee-joo yang diperankan IU mempertaruhkan nyawanya demi menyelamatkan Grand Prince Ian, karakter yang dimainkan Byeon Woo-seok, sebelum akhirnya naik takhta.

Namun alih-alih fokus pada alur romansa, perbincangan publik Korea Selatan justru ramai membahas detail upacara kerajaan dalam drama tersebut. Salah satu adegan yang paling disorot adalah saat para pejabat kerajaan meneriakkan kata "Cheonse" dalam prosesi penobatan raja, bukan "Manse" yang lebih umum dikenal publik Korea.

Sebagian penonton menilai istilah "Cheonse" secara historis digunakan negara bawahan kepada kaisar, sehingga dianggap tidak cocok dipakai dalam latar monarki konstitusional Korea modern abad ke-21 seperti di drama itu.

Kontroversi lain muncul dari mahkota raja yang digunakan dalam serial tersebut. Warganet menilai jumlah untaian manik-manik di mahkota hanya sembilan, padahal penguasa tertinggi kerajaan secara tradisional menggunakan 12 untaian.

Adegan lain yang memicu perdebatan memperlihatkan ibu suri berlutut di hadapan pangeran agung sambil meminta maaf. Sebagian penonton menganggap interaksi itu bertentangan dengan hierarki kerajaan Korea pada umumnya.

Meski drama ini mengambil latar dunia fiksi berupa Korea versi monarki konstitusional modern, kritik soal distorsi sejarah sebenarnya sudah muncul sejak awal penayangan.

Sejumlah sejarawan Korea sebelumnya juga sempat menyoroti beberapa elemen drama yang dinilai bertentangan dengan tradisi era Joseon, termasuk penggambaran sistem wali kerajaan dan upacara ulang tahun raja.

Kontroversi itu bahkan disebut membuat sebagian penonton meminta penjelasan resmi hingga permintaan maaf dari pihak stasiun televisi. Ada pula yang melaporkan drama tersebut ke regulator penyiaran Korea Selatan.

Meski diterpa kritik, popularitas drama ini belum menunjukkan tanda meredup. Drama tersebut debut dengan rating 7,8% dan terus naik hingga mencapai 13,3% pada episode ke-10.

Serial ini juga disebut masih populer di platform Disney+ di berbagai wilayah seperti Amerika Utara, Amerika Latin, Eropa, hingga Asia. Bahkan drama Perfect Crown tetap menutup penayangannya dengan rating tertinggi pada episode final yang tayang 16 Mei lalu.

IU Minta Maaf

Di tengah kontroversi tersebut, IU akhirnya buka suara dan menyampaikan permintaan maaf langsung kepada penonton.

Lewat unggahan di media sosial pribadinya pada Minggu (18/5/2026) mengutip Chosun Daily, IU mengaku telah membaca seluruh kritik dari publik terkait dugaan distorsi sejarah dalam drama Perfect Crown.

"Sebagai pemeran utama, saya merasa sangat menyesal karena gagal menunjukkan tanggung jawab dan membuat banyak orang kecewa," tulis IU.

IU mengatakan dirinya seharusnya mempelajari naskah dan unsur sejarah drama tersebut dengan lebih mendalam sebelum proses syuting berlangsung.

"Saya dengan tulus merefleksikan dan meminta maaf tanpa alasan atas kurangnya pertimbangan saya terhadap isu akurasi sejarah yang disoroti penonton," lanjutnya.

Ia juga mengaku malu karena tidak mampu menyadari potensi masalah tersebut lebih awal.

(hsy/hsy) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Kacau! Trump Minta Iran Diganti Italia di Piala Dunia 2026


Most Popular
Features