Crazy Rich Dunia Tak Nimbun Emas, Investasi Beralih ke Barang Ini

Fergi Nadira,  CNBC Indonesia
11 May 2026 15:00
Koleksi Leonard A. Lauder (Potret Elisabeth Lederer) saat pratinjau kantor pusat baru rumah lelang Sotheby's di Manhattan, New York City, AS, 7 November 2025. REUTERS/Eduardo Munoz
Foto: REUTERS/EDUAROD MUNOZ

Jakarta, CNBC Indonesia - Tren investasi barang mewah mulai berubah setelah harga sejumlah aset koleksi mengalami koreksi dalam dua tahun terakhir. Kalangan kolektor kaya kini lebih selektif dan mulai memburu barang yang dinilai langka, punya sejarah kepemilikan kuat, serta bernilai budaya tinggi.

Laporan terbaru Knight Frank Wealth Report 2026, dikutip dari Gulf News mengungkapkan, pasar investasi barang koleksi mewah mulai bergerak ke arah yang lebih rasional setelah sempat melonjak saat pandemi. Kolektor kini tidak lagi sekadar mengejar tren, melainkan fokus pada kelangkaan, kualitas, dan nilai historis suatu aset.

Knight Frank mencatat, Luxury Investment Index hanya turun tipis 0,4% pada 2025. Angka ini dinilai menunjukkan stabilisasi pasar setelah sebelumnya banyak kategori aset mewah mengalami penyesuaian harga besar-besaran.

Karya seni impresionis menjadi kategori dengan performa terbaik pada 2025 dengan kenaikan 13,6%. Lonjakan ini didorong hasil lelang besar, termasuk lukisan Portrait of Elisabeth Lederer karya Gustav Klimt yang terjual US$236,4 juta atau sekitar Rp3,8 triliun (asumsi kurs Rp16.300/US$) yang menjadikannya salah satu karya seni modern termahal yang pernah dilelang.

Seorang petugas berdiri di samping Koleksi Leonard A. Lauder (Potret Elisabeth Lederer) saat meninjau kantor pusat baru rumah lelang Sotheby's di Manhattan, New York City, AS, 7 November 2025. REUTERS/Eduardo MunozFoto: REUTERS/EDUAROD MUNOZ

Selain seni impresionis, seni modern naik 7,1%, seni pascaperang tumbuh 5,2%, dan kategori 100 seniman terbaik meningkat 3,6%. Sementara karya European Old Masters naik 1,7%, menunjukkan minat kolektor tetap tinggi terhadap karya yang langka dan berkualitas.

Di kategori jam tangan mewah, harga naik 5,1% didorong permintaan kuat terhadap model Patek Philippe Aquanaut dan Nautilus serta ketahanan pasar Rolex. Knight Frank menyebut jam tangan kini menjadi salah satu instrumen investasi mewah yang paling diperhatikan kolektor global.

Kepala riset global Knight Frank Liam Bailey mengatakan, pasar investasi barang mewah kini memasuki fase yang lebih selektif setelah sebelumnya mengalami lonjakan dan koreksi cepat.

"Kolektor kini semakin memprioritaskan kelangkaan, asal-usul kepemilikan, dan resonansi budaya," kata Bailey.

Sementara itu, mobil klasik mengalami tekanan. Nilai mobil klasik turun 3,7% sepanjang 2025, meski model tertentu seperti Ferrari F50 masih memiliki permintaan tinggi dalam lelang besar di Amerika Serikat dan Eropa.

Tren baru juga terlihat pada pasar barang mewah bekas. Kolektor kini lebih tertarik pada barang yang memiliki sejarah dan nilai budaya kuat.

Knight Frank mencontohkan tas pribadi Hermès Birkin milik Jane Birkin yang terjual US$10,1 juta atau sekitar Rp164 miliar dalam lelang. Tas mewah menjadi salah satu kategori paling stabil sepanjang 2025 dengan penurunan nilai hanya 0,2%.

Sebuah tas Birkin asli yang dirancang khusus oleh Hermès untuk Jane Birkin pada 1980-an kini dipamerkan di Sotheby’s Paris, menjelang lelang yang akan digelar pada 10 Juli. (Dok. sothebys)Foto: Sebuah tas Birkin asli yang dirancang khusus oleh Hermès untuk Jane Birkin pada 1980-an dipamerkan di Sotheby’s Paris. (Dok. sothebys)

Di sisi lain, berlian warna langka hanya turun 1% sepanjang tahun lalu, sementara berlian biru justru mengalami kenaikan harga pada kuartal IV-2025.

Knight Frank juga mencatat semakin banyak investor muda di bawah usia 40 tahun mulai masuk ke pasar barang koleksi mewah melalui platform kepemilikan fraksional. Skema ini memungkinkan investor membeli sebagian kepemilikan aset mahal seperti karya seni, mobil klasik, atau jam tangan tanpa harus membeli penuh.

(hsy/hsy) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Potret Alquran Tertua Berusia 1.000 Tahun Dipamerkan di Arab Saudi


Most Popular
Features