Turis Kepergok Hubungan Intim di Tuk Tuk, Thailand Mau Perketat Aturan

Tim Redaksi,  CNBC Indonesia
11 May 2026 13:15
A motor-tricycle, or Tuk Tuk drives past Grand Palace in Bangkok, Thailand on Aug. 3, 2021. As Thailand battles a punishing COVID-19 surge with nearly 20,000 new cases every day, people who depend on tourism struggle in what was one of the most-visit
Foto: Sebuah Tuk Tuk melewati Grand Palace di Bangkok, Thailand pada 3 Agustus 2021. (AP/Sakchai Lalit)

Jakarta, CNBC Indonesia - Thailand bertekad memperketat pengawasan terhadap turis asing setelah serangkaian insiden seks di tempat umum. Bangkok juga memperingatkan bahwa insiden seperti itu merusak citra negara.

Thailand merupakan salah satu negara dengan tingkat pariwisata yang paling tinggi di kawasan Asia Tenggara, namun negara tersebut kini dihadapkan pada masalah perilaku turis yang meresahkan publik. 

Turis yang menunjukkan "perilaku tidak pantas" termasuk penggunaan narkoba ilegal. Mereka yang ketahuan melanggar aturan akan menghadapi tuntutan hukum karena "bertentangan dengan budaya Thailand yang indah", kata kantor perdana menteri dalam sebuah pernyataan, seperti dilaporkan AFP.

Pernyataan tersebut menyusul insiden di Phuket baru-baru ini di mana sepasang kekasih ditemukan melakukan tindakan seksual di dalam tuk-tuk. 

Pihak berwenang mengatakan mereka sedang berupaya mencabut visa seorang pria Spanyol berusia 41 tahun dan seorang wanita Peru berusia 43 tahun. Mereka akan dideportasi dan dimasukkan ke daftar hitam.

Pasangan itu mengakui perbuatan tersebut dan didakwa berdasarkan undang-undang ketidakpantasan publik. Tindakan tegas ini "dimaksudkan untuk melindungi nilai-nilai budaya indah Thailand", menurut kantor perdana menteri.

Telanjang di publik dan tindakan seksual di tempat umum dapat dihukum dengan denda hingga 5.000 baht (sekitar Rp2,6 juta).

Meskipun memiliki reputasi sebagai destinasi wisata seks, masyarakat Thailand pada umumnya konservatif, di mana menunjukkan kemesraan di depan umum dianggap tabu.

Bulan lalu, sepasang suami istri asal Prancis ditangkap dan dideportasi setelah rekaman mereka berhubungan seks di pantai Phuket tersebar luas secara online, menurut media lokal.

(hsy/hsy) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Kolumnis Media Thailand: SEA Games 2025 Banyak Kelemahan & Kekurangan


Most Popular
Features