Virus Langka Sebabkan Kematian di Kapal Pesiar Mewah, Ini Gejalanya
Jakarta, CNBC Indonesia - Wabah yang diduga terkait hantavirus dilaporkan terjadi di kapal pesiar mewah MV Hondius yang menewaskan tiga orang dan membuat sejumlah lainnya jatuh sakit. Kasus ini kembali menyoroti virus langka yang dibawa hewan pengerat, namun bisa berdampak fatal bagi manusia.
Hantavirus sendiri bukan penyakit baru. Studi menunjukkan virus ini telah ada selama berabad-abad dan pernah menyebabkan wabah di berbagai wilayah, termasuk Asia dan Eropa.
Apa Itu Hantavirus?
Melansir Euro News, Rabu (6/5/2026), Hantavirus merupakan kelompok virus yang dibawa oleh tikus atau hewan pengerat lain. Penularan ke manusia umumnya terjadi saat seseorang menghirup partikel udara yang terkontaminasi dari kotoran, urine, atau air liur tikus yang mengering.
Centers for Disease Control and Prevention (CDC) mengatakan, hantavirus dapat menyebabkan dua penyakit serius, yakni hantavirus pulmonary syndrome (HPS) yang menyerang paru-paru dan hemorrhagic fever with renal syndrome (HFRS) yang menyerang ginjal.
Penularan biasanya terjadi di ruang tertutup atau minim ventilasi yang terpapar aktivitas tikus, seperti rumah, kabin, atau gudang. Meski jarang, World Health Organization (WHO) menyebut hantavirus juga bisa menular antar manusia dalam kondisi tertentu.
Peneliti virus dari Australia, Paul Griffin menyebut, sekitar 150.000 hingga 200.000 kasus hantavirus terjadi setiap tahun di dunia, meski penularan antar manusia sangat jarang. Deteksi dini hantavirus cukup sulit karena gejala awalnya menyerupai flu.
"Pada tahap awal penyakit, Anda mungkin benar-benar tidak dapat membedakan antara hantavirus dan flu," kata Dr. Sonja Bartolome dari UT Southwestern Medical Center di Dallas.
Ia merinci, gejala awal meliputi demam, menggigil, nyeri otot, dan sakit kepala. Namun kondisi bisa memburuk dengan cepat.
Pada HPS, gejala dapat berkembang menjadi gangguan pernapasan serius akibat cairan di paru-paru. Sementara HFRS dapat menyebabkan tekanan darah rendah, perdarahan internal, hingga gagal ginjal akut.
Seberapa Berbahaya?
Tingkat kematian hantavirus tergolong tinggi tergantung jenisnya. CDC mencatat, HPS memiliki tingkat kematian sekitar 35%, sedangkan HFRS berkisar antara 1% hingga 15%.
Apakah Ada Obatnya?
Hingga saat ini belum ada obat khusus untuk hantavirus. Penanganan dilakukan dengan perawatan suportif seperti oksigen, ventilator, hingga dialisis pada kasus berat.
Penanganan dini sangat penting untuk meningkatkan peluang keselamatan pasien. Sementara itu, cara terbaik mencegah hantavirus adalah menghindari kontak dengan tikus dan kotorannya.
Saat membersihkan area terkontaminasi, disarankan menggunakan sarung tangan dan disinfektan. Ahli juga mengingatkan untuk tidak menyapu atau menggunakan vacuum karena dapat membuat virus menyebar ke udara.
Selain kasus di kapal pesiar, hantavirus juga sempat menjadi sorotan pada 2025. Istri aktor Gene Hackman, Betsy Arakawa, dilaporkan meninggal akibat hantavirus setelah mengalami gejala mirip flu. Aktivitas tikus ditemukan di sekitar rumahnya dan diduga menjadi sumber paparan.
source on Google [Gambas:Video CNBC]